Zona Aman Bikin Stagnan, Zona Nyaman Justru Bisa Kembangkan Diri
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 26 Mei 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Banyak orang masih menganggap zona nyaman itu buruk, padahal menurut psikolog klinis Tara de Thouars, justru yang perlu diwaspadai adalah zona aman.
Tara menjelaskan bahwa zona nyaman adalah saat seseorang merasa tenang dan cukup terdorong untuk berkembang. Sementara itu, zona aman adalah kondisi saat seseorang menahan diri karena takut gagal, takut dinilai, atau takut kehilangan.
“Kalau kita punya keinginan, tapi bilang ‘Ah, enggak ah, aku takut gagal’, itu artinya kita masih di zona aman,” jelas Tara.
Agar bisa keluar dari zona aman dan mulai bertumbuh, Tara membagikan tiga langkah sederhana tapi bermakna:
Tiga Langkah Keluar dari Zona Aman
1. Tenangkan Diri Dulu
Ketakutan dan kecemasan sering bikin kita ragu melangkah. Coba luangkan waktu untuk menenangkan pikiran—bisa dengan menulis jurnal, refleksi diri, atau meditasi ringan. Saat pikiran tenang, kita bisa lebih terhubung dengan apa yang sebenarnya kita butuhkan.2. Jujur pada Rasa Takut
Jangan buru-buru menepis rasa takut. Justru penting mengenali: takutnya karena apa? Gagal, kehilangan, atau takut dicap negatif? Memahami sumber ketakutan bisa jadi langkah awal untuk mengatasinya.3. Dengarkan Suara Hati Sendiri
Terkadang keinginan kita terbentur pendapat orang lain. Padahal, yang paling tahu apa yang kita butuhkan adalah diri kita sendiri. Misalnya ingin belajar hal baru yang tidak sesuai jalur karier saat ini—itu bukan masalah, asalkan keinginan itu datang dari hati, bukan paksaan sekitar. Tara mengingatkan bahwa bertumbuh bukan berarti harus keluar dari segala yang nyaman. Justru, zona nyaman bisa jadi pondasi untuk mencoba hal baru, asal kita tak terjebak di 'zona aman' yang penuh rasa takut dan penyangkalan diri. “Sesimpel misalnya, aku pengin deh nyoba belajar skill baru, terus nanti ada kecemasan kalau dilarang gimana, itu enggak usah didengerin,” tutupnya. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!