Yusep Muldiyana dan Delapan Dosen UMBdg Perkuat Festival Al Jabar 2026
VISI.NEWS – Persiapan penyelenggaraan Festival Al Jabar terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Setelah sejumlah tokoh seni dan akademisi menyatakan keterlibatannya, seniman teater senior Jawa Barat, Yusep Muldiyana, resmi menyatakan kesiapannya bergabung dalam kepanitiaan festival yang digadang-gadang menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar di Jawa Barat tersebut.
Kehadiran Yusep Muldiyana, yang dikenal sebagai penggagas komunitas teater Laskar Panggung, diyakini akan memperkuat aspek artistik sekaligus menjadi motor penggerak kolaborasi antar komunitas seni. Pengalaman panjangnya di dunia teater dan kesenian diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam penyelenggaraan Festival Al Jabar yang mengusung semangat kebersamaan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain dukungan dari kalangan seniman, Festival Al Jabar juga mendapat penguatan dari dunia akademik. Sebanyak delapan dosen Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBdg) menyatakan kesiapannya bergabung dalam kepanitiaan sesuai bidang keilmuan dan kompetensi masing-masing. Keterlibatan para akademisi tersebut diharapkan mampu menghadirkan festival yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga memiliki nilai edukasi, penelitian, dan pengembangan masyarakat.
Sinergi antara seniman dan akademisi ini menjadi salah satu kekuatan utama Festival Al Jabar. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang kreatif yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni, budayawan, perguruan tinggi, pemerintah, hingga komunitas dan masyarakat umum.
Sebagai bagian dari kontribusinya dalam Festival Al Jabar, Yusep Muldiyana bersama komunitas Laskar Panggung akan menampilkan sebuah pertunjukan teater bertajuk Pabrik Begal. Karya tersebut merupakan refleksi sosial yang mengangkat fenomena meningkatnya aksi begal dan berbagai bentuk kejahatan yang marak terjadi di Indonesia.
Melalui pementasan itu, Yusep mengajak masyarakat untuk melihat persoalan kriminalitas secara lebih mendalam dan tidak hanya memandangnya dari sisi pelaku semata. Menurutnya, maraknya tindak kejahatan merupakan persoalan kompleks yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga moralitas bangsa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!