Yusep Muldiyana dan Delapan Dosen UMBdg Perkuat Festival Al Jabar 2026

ED
PN
Rabu, 29 Juli 2026 | 06:02 WIB
Bagikan
Yusep Muldiyana dan Delapan Dosen UMBdg Perkuat Festival Al Jabar 2026

VISI.NEWS – Persiapan penyelenggaraan Festival Al Jabar terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Setelah sejumlah tokoh seni dan akademisi menyatakan keterlibatannya, seniman teater senior Jawa Barat, Yusep Muldiyana, resmi menyatakan kesiapannya bergabung dalam kepanitiaan festival yang digadang-gadang menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar di Jawa Barat tersebut.

Kehadiran Yusep Muldiyana, yang dikenal sebagai penggagas komunitas teater Laskar Panggung, diyakini akan memperkuat aspek artistik sekaligus menjadi motor penggerak kolaborasi antar komunitas seni. Pengalaman panjangnya di dunia teater dan kesenian diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam penyelenggaraan Festival Al Jabar yang mengusung semangat kebersamaan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.

Selain dukungan dari kalangan seniman, Festival Al Jabar juga mendapat penguatan dari dunia akademik. Sebanyak delapan dosen Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBdg) menyatakan kesiapannya bergabung dalam kepanitiaan sesuai bidang keilmuan dan kompetensi masing-masing. Keterlibatan para akademisi tersebut diharapkan mampu menghadirkan festival yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga memiliki nilai edukasi, penelitian, dan pengembangan masyarakat.

Sinergi antara seniman dan akademisi ini menjadi salah satu kekuatan utama Festival Al Jabar. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang kreatif yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni, budayawan, perguruan tinggi, pemerintah, hingga komunitas dan masyarakat umum.

Sebagai bagian dari kontribusinya dalam Festival Al Jabar, Yusep Muldiyana bersama komunitas Laskar Panggung akan menampilkan sebuah pertunjukan teater bertajuk Pabrik Begal. Karya tersebut merupakan refleksi sosial yang mengangkat fenomena meningkatnya aksi begal dan berbagai bentuk kejahatan yang marak terjadi di Indonesia.

Melalui pementasan itu, Yusep mengajak masyarakat untuk melihat persoalan kriminalitas secara lebih mendalam dan tidak hanya memandangnya dari sisi pelaku semata. Menurutnya, maraknya tindak kejahatan merupakan persoalan kompleks yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga moralitas bangsa.

Dalam pertunjukan Pabrik Begal, penonton akan diajak merenungkan sejumlah pertanyaan kritis mengenai siapa yang sesungguhnya bertanggung jawab atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Apakah para pemuka agama yang dinilai belum maksimal dalam membangun kesadaran moral? Apakah para guru dan pendidik yang menghadapi tantangan berat dalam pendidikan karakter? Apakah para pejabat dan penguasa yang kerap mempertontonkan praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan? Ataukah para pengusaha yang lebih mengedepankan keuntungan dibanding kesejahteraan pekerja?

Pertanyaan tersebut juga diarahkan kepada para seniman dan masyarakat secara luas. Yusep menilai bahwa setiap elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk melakukan introspeksi dan mengambil peran dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Festival Al Jabbar merupakan ajang bagi masyarakat seni maupun masyarakat umum untuk berjuang dan memberi motivasi bagi bangsa untuk sama-sama menegakkan keadilan serta menajamkan kualitas kreativitas di berbagai bidang,” ujar Yusep Muldiyana.

Menurutnya, teater Pabrik Begal bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah otokritik terhadap kondisi bangsa saat ini. Melalui bahasa teater, ia ingin menghadirkan ruang dialog yang mampu menggugah kesadaran publik tentang pentingnya membangun kehidupan sosial yang lebih adil, bermartabat, dan berkarakter.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Al Jabar, Bambang Melga, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas semakin banyaknya dukungan yang mengalir dari berbagai kalangan. Ia menilai antusiasme para seniman, praktisi, dan akademisi menunjukkan bahwa Festival Al Jabar memiliki daya tarik dan semangat kolaboratif yang kuat.

“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas banyaknya antusiasme dari kalangan seniman, praktisi maupun akademisi yang sudah mulai bergabung dalam kepanitiaan Festival Al Jabar. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk menghadirkan festival yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bambang.

Ia menambahkan, Festival Al Jabar tidak hanya dirancang sebagai panggung pertunjukan seni, tetapi juga sebagai ruang edukasi, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dengan keterlibatan tokoh seni seperti Yusep Muldiyana, dukungan delapan dosen Universitas Muhammadiyah Bandung, serta partisipasi berbagai komunitas budaya, festival ini diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi yang memperkaya ekosistem seni dan budaya di Jawa Barat.

Festival Al Jabar pun diproyeksikan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara dunia seni, pendidikan, dan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu memberikan inspirasi serta kontribusi nyata bagi pembangunan karakter bangsa.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.