Wakil Ketua DPRD Jabar Ungkap 13.000 Ijazah Siswa Ditahan, Tunggakan Biaya Pendidikan Jadi Penyebab
VISI.NEWS | BOGOR - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Iwan Suryawan, mengungkapkan terdapat belasan ribu ijazah anak sekolah di Jawa Barat yang saat ini ditahan oleh pihak sekolah.
Iwan menjelaskan, penyebab utama penahanan ijazah tersebut umumnya terkait dengan tunggakan biaya pendidikan yang belum dilunasi oleh siswa atau keluarganya.
Iwan mengatakan, padahal ijazah merupakan hak dasar setiap siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya.
"Banyak dari mereka ingin melanjutkan kuliah atau bekerja, tetapi terhambat karena ijazahnya masih tertahan di sekolah. Ini tentu menjadi permasalahan serius yang harus segera diselesaikan," ujar Iwan dikutip dari keterangannya, Minggu (1/2/2025).
Ia juga menyebutkan, masalah ini menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, setidaknya ada sekitar 13.000 ijazah anak sekolah di Jawa Barat yang hingga saat ini masih ditahan oleh sekolah-sekolah.
Oleh karena itu, Pemprov dan DPRD Jawa Barat meminta kepada sekolah-sekolah yang masih menahan ijazah siswanya untuk segera menyerahkannya.
"Ijazah adalah dokumen yang sangat penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikannya atau untuk bekerja," tuturnya.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Elyis Sontikasyah, menyatakan Pemkot Bogor telah merancang program bantuan penebusan ijazah untuk para siswa.
Elyis menjelaskan, pada 2025 terdapat 235 siswa dari 60 sekolah yang akan dibantu untuk menebus ijazahnya, dengan total usulan tunggakan mencapai Rp 524.268.000.
"Mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 50 Tahun 2023, bantuan untuk jenjang SMP dan MTS maksimal sebesar Rp 2 juta," ungkap Elyis.
"Sedangkan untuk jenjang SMA dan MA sebesar Rp 2,5 juta, dan jenjang SMK sebesar Rp 3,5 juta," sambungnya.
Elyis menambahkan, pembahasan mengenai program bantuan penebusan ijazah ini telah dilakukan bersama DPRD Kota Bogor, kepala sekolah se-Kota Bogor, dan Kantor Cabang Dinas (KCD).
"Melalui program ini, kami berharap para pelajar atau masyarakat bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi," ucapnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!