Wabup Garut : Budaya Literasi Penting untuk Kemajuan
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan budaya literasi, karena akan berdampak terhadap kemajuan yang akan diperoleh. Ia mengungkapkan, kesuksesan akan didapatkan jika masyarakat meningkatkan budaya literasi. Ia juga berharap, kegiatan budaya literasi akan semakin digalkkan sampai ke wilayah pelosok.
“Kita punya 42 kecamatan, kita punya 442 desa (dan) kelurahan, RW aja ada 6.000 sampai 8.000 ini pekerjaan yang memerlukan tenaga yang cukup besar untuk menjangkau seluruh masyarakat, menjangkau seluruh kelompok masyarakat agar ada peningkatan budaya literasi,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas Kemenko PMK RI, Molly Prabawaty menyampaikan, berdasarkan indikator literasi global seperti Progress In International Reading Literacy Studies (PIRLS), Program For International Student Assessment (PISA), dan Programme for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) menempatkan Indonesia pada posisi yang rendah, dikarenakan nilai budaya literasi dan tingkat kegemaran membaca di Indonesia relatif masih rendah.
“Nilai budaya literasi dalam indeks pemajuan kebudayaan tahun 2020 baru mencapai 61,63. Ini sumber dari Kemendikbudristek tahun 2021 sedangkan target tahun 2024 sebesar 71, masih terdapat gap sebesar 9,37 poin,” ucapnya. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!