Wabup Garut Serahkan Penghargaan bagi Siswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Provinsi
VISI.NEWS | KAB. GARUT - Bersamaan dengan Apel Gabungan yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogongkidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/12/2022), Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr. Helmi Budiman, menyerahkan penghargaan bagi siswa asal Kabupaten Garut yang berprestasi di tingkat nasional maupun provinsi.
Di antaranya yakni berhasil menyabet peringkat 2 Olimpiade Fisika SMP tingkat nasional dan berhasil meraih beberapa kejuaraan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Barat.
Seusai menyerahkan penghargaan kepada para siswa yang berprestasi, Wabup Garut sempat memberikan kesempatan kepada beberapa pemenang untuk tampil di hadapan peserta apel gabungan.
Adapun yang tampil tersebut adalah Kafiya Kiasatina Risyadi dari SDN 7 Regol Garutkota yang berhasil meraih Juara Lomba Borangan (Bodor Sorangan) Putri, Malis Syalirin dari SDN 1 Ciwangi Limbangan yang berhasil meraih Juara Lomba Nembang Pupuh, dan Devan Mahesa Prayoga dari SMP Nurul Mutaqin Cisurupan yang berhasil meriah Juara Lomba Maca Sajak.
Dalam beberapa penampilan tersebut, Wabup Garut mengatakan tanpa terduga banyak nasihat yang disampaikan, salah satunya penampilan dari Kafiya yang membawakan sebuah borangan terkait dengan pelayanan hingga kurikulum merdeka belajar.
"Ini sebenarnya nasihat walaupun mungkin kalau kita hitung secara rasional berapa orang, berapa persen, tanpa kita meminggirkan atau meniadakan peran kita peran pemerintah, tapi kita menyampaikan sesuai yang ada di masyarakat, itulah anak-anak kita barusan menyampaikan, tanpa terduga barusan dipanggil, kepala Dukcapil dipanggil, kepala dinas kesehatan dipanggil juga, dinas pendidikan juga sama, nasihat yang diberikan oleh anak-anak kita dengan Borangan (atau) bobodoran sorangan," ujar Wabup Garut dalam sambutannya.
Selain melalui Borangan, imbuh Wabup Garut, dirinya juga tersentuh dengan pupuh yang disampaikan oleh ananda Malis, dengan materi pupuh terkait kondisi seorang yatim piatu yang hidup sebatang kara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!