1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026

VISITIZEN | Pembangunan Pasar Baleendah Tanpa Drainase, Hujan Datang Airnya 'Naneum'

ED
Minggu, 24 Oktober 2021 | 14:14 WIB
Bagikan
VISITIZEN | Pembangunan Pasar Baleendah Tanpa Drainase, Hujan Datang Airnya  'Naneum'

DALAM sebulan, enam kali mengantar istri untuk berbelanja keperluan dapur di Pasar Baleendah. Seingat penulis, kawasan yang dibangun pasar, dulunya adalah hamparan sawah yang cukup luas, disebut Cimanuk. tempat penulis melakukan aktivitas "ngurek" (menangkap belut), bagi yang seusia penulis, dan tinggal di pedesaan, istilah ngurek, ngukuy, neger, dan sejenis sudah tak asing lagi. Kawasan Cimanuk, sebelum dijadikan pasar adalah sawah milik warga masyakarat disekitar Kp. Cigado (Mulyasari) Cikarees (Mekarsari) dan Baleendah.

Ketika Bupati Bandung dijabat oleh Lili Soemantri, pesawahan sekitar Cimanuk, dirubah untuk dijadikan lahan pembangunan berupa tempat wisata dan bungalow, dan pesawahan sekitar Cimanuk di buldozer. Sampai akhir masa jabatan, pembangunan bungalow atau tempat wisata, tidak terelealisasi dan akhirnya tanah kawasan Cimanuk dibiarkan menjadi kolam yang cukup luas dan tempat penulis menjala ikan sejak SMP sampai sekolah di SMA.

Akhirnya kolam tesebut dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dari Kota Bandung, kemudian direncanakan akan didirikan Rumah Sakit Veteran, akhirnya menjadi Pasar Baleendah, sampai saat ini. Pembangunan kios pasar terus ditingkatkan, sayangnya tidak diimbangi dengan pembuatan saluran air (drainase). Jangankan musim penghujan, kemarau pun air selalu muncul terutama pinggir jalan sebelah selatan. Saat ini sudah memasuki musim penghujan, jalanan dari arah selatan tergenang air, dan airnya tidak pernah surut, karena tidak ada saluran air yang memadai. Sisi lain, keadaan di pasar Baleendah, sampah yang tidak terangkut, sehingga jika melewati pasar, baunya cukup menyengat. Sebelah timur pasar Baleendah, terdapat terminal/ stasiun angkot namun sampai saat ini pemanfaatannya tidak maksimal.

Ketika berdialog dengan salah seorang pedagang daging H. Ayi, menyampaikan bahwa kondisi saat ini dilingkungan pasar Baleendah khususnya sebelah Selatan, jalan utama dengan tidak maksimalnya drainase sangat mengganggu, jika musim penghujan, jalan utama tergenang dan 'naneum' atau airnya tidak surut, karena pembangunan terus dilakukan, namun drainase tidak diperhatikan, dia berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung khususnya dinas terkait, agar melakukan pengontrolan dan pengawasan ke Pasar Baleendah untuk mengetahui secara langsung keadaan dan kondisi di Pasar Baleendah. Harapan pengunjung dan pedagang tentunya suasana pasar nyaman, genah tumaninah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.