Ijeck: Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan
ED
PN
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar Musa Rajekshah ketika menghadiri kegiatan Sidang Tahunan MPR 2026 (Istimewa)
VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah alias Ijeck, menilai rencana pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat (14/8/2026), menunjukkan arah pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Ijeck mengatakan, pembangunan yang disampaikan Presiden tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Setelah mendengar tadi apa yang disampaikan Pak Presiden, baik apa yang sudah dilaksanakan di tahun 2026 dan juga apa yang akan direncanakan melaksanakan pembangunan tahun 2027, saya melihat sangat baik rencana kerja pembangunan,” ujar Ijeck.
Menurutnya, perhatian terhadap sektor pendidikan menjadi salah satu hal penting karena pemerintah tidak hanya menyiapkan pembangunan fisik, tetapi juga investasi terhadap generasi masa depan.
Ia menyoroti rencana sekolah unggulan dan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.
Selain pendidikan, Ijeck menilai pembangunan infrastruktur yang selama ini dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Banyak tempat yang selama ini perjalanan masyarakat, baik untuk mengangkat komoditinya atau menuju ke tempat sekolah atau tempat lainnya sangat sulit. Ini sudah mulai banyak pembangunan walaupun belum seluruhnya selesai, tapi ini akan bertahap terus untuk penyelesaian,” katanya.
Ijeck juga mengapresiasi rencana peningkatan pelayanan kesehatan melalui perbaikan puskesmas di berbagai daerah. Menurutnya, penguatan layanan kesehatan hingga tingkat kabupaten dan kecamatan penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dan merata.
Selain itu, ia menilai pengendalian harga komoditas juga menjadi bagian penting dalam pembangunan karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai program tersebut, Ijeck berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi pelaksanaan pembangunan serta memastikan program jangka panjang tidak terhenti akibat pergantian kepemimpinan.
“Pembangunan jangka panjang ini harus berkesinambungan. Tidak bisa hanya berhenti pada saat presiden yang berkeinginan, tapi berkesinambungan siapapun nanti. Jangka panjang ke depan, sampai 20-30 tahun lagi, ada rencana pembangunan yang harus diselesaikan,” tegasnya.
Ijeck juga menilai rencana pembangunan Giant Sea Wall di kawasan pantai utara Pulau Jawa merupakan langkah strategis. Menurutnya, pembangunan tersebut penting untuk mengantisipasi ancaman abrasi sekaligus melindungi kawasan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat dan pusat aktivitas industri.
“Giant Sea Wall ini juga sangat baik untuk terjadinya abrasi di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Di sana juga banyak sumber kehidupan masyarakat dan banyak sumber pabrik-pabrik industri. Ini juga harus direncanakan dari sekarang,” ujarnya.
Ijeck menegaskan, kesinambungan pembangunan menjadi kunci agar berbagai program strategis pemerintah dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ia berharap perencanaan pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada target lima tahunan, tetapi memiliki visi jangka panjang yang dapat dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.
Dengan kesinambungan tersebut, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan kawasan pesisir diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
Ijeck mengatakan, pembangunan yang disampaikan Presiden tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Setelah mendengar tadi apa yang disampaikan Pak Presiden, baik apa yang sudah dilaksanakan di tahun 2026 dan juga apa yang akan direncanakan melaksanakan pembangunan tahun 2027, saya melihat sangat baik rencana kerja pembangunan,” ujar Ijeck.
Menurutnya, perhatian terhadap sektor pendidikan menjadi salah satu hal penting karena pemerintah tidak hanya menyiapkan pembangunan fisik, tetapi juga investasi terhadap generasi masa depan.
Ia menyoroti rencana sekolah unggulan dan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan.
Selain pendidikan, Ijeck menilai pembangunan infrastruktur yang selama ini dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Banyak tempat yang selama ini perjalanan masyarakat, baik untuk mengangkat komoditinya atau menuju ke tempat sekolah atau tempat lainnya sangat sulit. Ini sudah mulai banyak pembangunan walaupun belum seluruhnya selesai, tapi ini akan bertahap terus untuk penyelesaian,” katanya.
Ijeck juga mengapresiasi rencana peningkatan pelayanan kesehatan melalui perbaikan puskesmas di berbagai daerah. Menurutnya, penguatan layanan kesehatan hingga tingkat kabupaten dan kecamatan penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dan merata.
Selain itu, ia menilai pengendalian harga komoditas juga menjadi bagian penting dalam pembangunan karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai program tersebut, Ijeck berharap pemerintah dapat menjaga konsistensi pelaksanaan pembangunan serta memastikan program jangka panjang tidak terhenti akibat pergantian kepemimpinan.
“Pembangunan jangka panjang ini harus berkesinambungan. Tidak bisa hanya berhenti pada saat presiden yang berkeinginan, tapi berkesinambungan siapapun nanti. Jangka panjang ke depan, sampai 20-30 tahun lagi, ada rencana pembangunan yang harus diselesaikan,” tegasnya.
Ijeck juga menilai rencana pembangunan Giant Sea Wall di kawasan pantai utara Pulau Jawa merupakan langkah strategis. Menurutnya, pembangunan tersebut penting untuk mengantisipasi ancaman abrasi sekaligus melindungi kawasan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat dan pusat aktivitas industri.
“Giant Sea Wall ini juga sangat baik untuk terjadinya abrasi di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Di sana juga banyak sumber kehidupan masyarakat dan banyak sumber pabrik-pabrik industri. Ini juga harus direncanakan dari sekarang,” ujarnya.
Ijeck menegaskan, kesinambungan pembangunan menjadi kunci agar berbagai program strategis pemerintah dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Ia berharap perencanaan pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada target lima tahunan, tetapi memiliki visi jangka panjang yang dapat dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.
Dengan kesinambungan tersebut, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan kawasan pesisir diharapkan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!