Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026

VISI | Temukan Cinta

ED
Senin, 5 Januari 2026 | 05:35 WIB
Bagikan
VISI | Temukan Cinta

Oleh Drajat

APA kabar perjalanan hidup kita di tahun yang telah berlalu? Pertanyaan ini sederhana, tetapi jawabannya sering kali rumit. Kita sibuk menghitung capaian, mengejar target, dan menumpuk lelah, namun lupa menengok satu hal paling mendasar dalam hidup manusia: apakah kita masih mencintai apa yang kita jalani?

Bukan sekadar cinta romantis yang sering dipuja dalam lagu dan puisi, melainkan cinta sejati dalam pekerjaan—cinta yang membuat seseorang tetap berdiri meski badai datang bertubi-tubi. Di awal tahun, saat lembaran kalender kembali putih dan harapan disematkan dengan doa-doa baru, barangkali inilah saat paling jujur untuk bertanya pada diri sendiri: apakah pekerjaan yang saya jalani masih saya cintai?

Banyak orang bekerja karena terpaksa. Ada yang karena kebutuhan ekonomi, tekanan sosial, tuntutan keluarga, atau sekadar “sudah terlanjur”. Tidak sedikit pula yang berangkat kerja setiap pagi dengan wajah letih bahkan sebelum hari benar-benar dimulai. Pekerjaan dijalani seperti rutinitas mekanis—datang, duduk, menunggu waktu pulang, lalu mengulanginya keesokan hari.

Padahal, pekerjaan sejatinya adalah bagian besar dari hidup kita. Ia menyita waktu, tenaga, pikiran, bahkan emosi. Jika bagian terbesar dari hidup dijalani tanpa cinta, bukankah itu bentuk kelelahan yang paling sunyi?

Cinta pada pekerjaan bukan berarti semuanya harus selalu indah dan tanpa masalah. Cinta justru diuji ketika lelah datang, ketika hasil tidak sebanding dengan usaha, ketika apresiasi terasa jauh panggang dari api. Namun, cinta membuat seseorang bertahan, memperbaiki diri, dan menemukan makna di balik setiap proses.

Guru dan Panggilan Hati

Bagi seorang guru, pertanyaan tentang cinta pada pekerjaan menjadi jauh lebih serius. Mengajar bukan sekadar profesi; ia adalah panggilan nurani. Di tangan guru, masa depan anak-anak bangsa dipertaruhkan. Di ruang kelas, nilai-nilai kehidupan ditanamkan, bukan hanya pengetahuan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.