VISI | Setahun Prabowo–Gibran: Potret Demokrasi di Era AI

ED
Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:19 WIB
Bagikan
VISI | Setahun Prabowo–Gibran: Potret Demokrasi di Era AI

Oleh Neni Nur Hayati

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Periode 2024-2029 pada tanggal 20 Oktober 2024 lalu. Tepat tanggal 20 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama kabinet Merah Putih telah bekerja selama satu tahun. Terdapat sejumlah program yang sudah dijalankan yang merupakan astacita sebagai visi pemerintahan Prabowo Gibran menuju Indonesia Emas 2025.

Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia bekerjasama dengan Binokluar melakukan analisis data berbasis Artificial Intelligence dalam pemberitaan di media siber, cetak, elektronik serta percakapan di media sosial yakni X, Facebook, Instagram, Youtube dan Tiktok. Peneliti memasukan keyword seperti kinerja pemerintahan Prabowo Gibran, politik dan demokrasi di media arus utama dan percakapan melalui social media yang berkaitan dengan isu politik, demokrasi serta pemerintahan. Penarikan data dilakukan pada rentang waktu 21 Oktober 2024 – 21 Oktober 2025.

Total terdapat 573.979 pemberitaan yang berkaitan dengan politik dan demokrasi di media berupa cetak, siber dan elektronik dalam satu tahun kabinet merah putih, dimana sekitar 460.327 atau 80% pemberitaan positif, 10.309 atau 2% netral dan 103.343 atau 16% negative. Tingginya sentimen positif ini menunjukkan citra positif dan narasi yang berkembang mendukung dengan kinerja pemerintahan. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap isu politik demokrasi yang tidak bisa terlepas dari berbagai kebijakan populis dan kinerja para menteri dalam mewujudkan program asta cita Prabowo Gibran.

Pengaruh Joko Widodo Masih Kuat di Pemerintahan Prabowo Gibran

Terdapat 10 tokoh yang selalu menjadi pemberitaan di media mainstream. Secara berurutan mulai dari Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo, Listyo Sigit Prabowo, Bahlil Lahadalia, Megawati Soekarnoputri, Prasetyo Hadi, Budi Gunawan, Teddy Indra Wijaya dan Erick Tohir. Diantara 10 tokoh tersebut, yang paling tinggi mendapatkan sentimen negative adalah Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Namun, menariknya Prabowo Subianto juga mendapatkan sentiment positif yang cukup tinggi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.