VISI | Setahun Prabowo–Gibran: Potret Demokrasi di Era AI

ED
Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:19 WIB
Bagikan
VISI | Setahun Prabowo–Gibran: Potret Demokrasi di Era AI

Adapun untuk Youtube talk sentiment, total perbincanagan 434.995 dengan sentiment positive 67.621 atau 16%, netral 156.207 atau 36% dan sentiment negative 211.167 atau 49%. Sepuluh Youtoube top authors adalah OfficialNews, Tribunnews, KompasTV, OfficialSindoNews, TempoVideoChannel,TvOneNews,YudaMediaHD, MerdekaDotCom, Kompascom dan ForumKeadilanTV. Sedangkan untuk Youtube top mentions ada therealrockygerung, Deffid_83, Fajar.Wayang, Prast_ulrich. Total percakapan pada Tiktok 9297 dengan sentiment positive 3.036 atau 33%, netral 1.610 atau 17% dan sentiment negative 4.651 atau 50%. Untuk lima Tiktok top authors yaitu Garudatvnews, Officialinews, Inilahcom, Kumparan dan Kompascom. Dari lima platform tersebut, engagement dan exposure paling tinggi secara berurutan adalah Youtube, Instagram,Facebook, X dan Tiktok.

Isu Krusial dalam Perbincangan Publik

Saat ini, satu tahun pemerintahan dipimpin oleh Prabowo Gibran, demokrasi kita sedang mengalami regresi. Hal ini tercermin dari tingginya sentiment negatif dalam percakapan di media sosial terkait dengan isu politik dan demokrasi dalam satu tahun pemerintahan Prabowo Gibran, yang tidak terlepas dari berbagai peristiwa puncak terekam di lima platform media yakni X, Facebook, Instagram, Youtube dan Tiktok. Peristiwa penting tersebut mulai dari cepat kilat disahkan RUU TNI, koalisi gemuk, kemunduran hak sipil dan kebebasan berpendapat, kebijakan populis, cawecawe Presiden ke-7, buruknya komunikasi publik pemerintah dan legislatif, demo besar-besaran, reformasi Polri, putusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 731 terkait dengan syarat dokumen capres dan cawapres sebagai informasi yang dikecualikan, ijazah palsu, pengabaian partisipasi publik serta urgensi disahkannya RUUPerampasan Aset.

Publik juga memberikan sorotan tajam terhadap berbagai kebijakan yang kerapkali merugikan rakyat seperti makan bergizi gratis, proyek food estate, danantara, kerusakan akibat proyek strategis nasional, kacaunya tata kelola pemerintahan, korupsi yang semakin merajarela, kebijakan yang serampangan, kebijakan anggaran yang pro terhadap elite dan pejabat publik serta mengabaikan kepentingan rakyat. Publik kerapkali merasakan keresahan seperti yang terjadi dalam ruang media sosial untuk kabur aja dulu dan mengungkapkan banyak pesismisme karena tidak pernah ada tindakan nyata untuk dapat membenahi kondisi ini dan lebih mementingkan rakyat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.