Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Penghargaan Tepuk Tangan

ED
Rabu, 7 Januari 2026 | 09:47 WIB
Bagikan
VISI | Penghargaan Tepuk Tangan

Di momen itu, penulis bersyukur. Bukan karena sorotan, melainkan karena kerja literasi yang panjang—menulis buku demi buku, artikel demi artikel—ternyata tidak sepenuhnya jatuh ke ruang hampa. Tepuk tangan adalah bentuk apresiasi. Ia menghangatkan, meski sebentar. Namun, di balik gegap gempita itu, ada ironi yang menggelitik nurani. Usai acara, rekan-rekan penulis—baik di sekolah maupun komunitas—melontarkan pertanyaan yang nyaris seragam: “Wah, pasti hadiahnya umrah, ya?” “Atau paling tidak ada fee besar, bisa traktir satu sekolah?”

Pertanyaan itu bukan bernada iri. Ia lahir dari perbandingan. Di tempat lain, penghargaan serupa disertai hadiah bernilai ratusan juta rupiah, perjalanan luar negeri, atau insentif prestisius. Bahkan ada daerah yang berlomba-lomba memamerkan apresiasi material kepada figur yang dianggap membawa nama baik wilayahnya.

Penulis hanya tersenyum. Bukan karena getir, melainkan karena sudah terbiasa. Beberapa kali menerima penghargaan, hasilnya nyaris sama: ucapan terima kasih dan selembar sertifikat. Kali ini pun tak berbeda. Tidak ada bingkisan, tidak ada honor, apalagi fasilitas istimewa. Tulisan ini bukan keluhan. Bukan pula tuntutan. Penulis meyakini bahwa bekerja di dunia pendidikan tidak pernah diniatkan demi hadiah. Namun, ada hal yang lebih mendasar untuk dibicarakan: makna penghargaan itu sendiri.

Penghargaan sejatinya bukan soal nominal. Ia adalah pesan nilai. Ketika seorang kepala daerah memberikan apresiasi yang layak kepada insan pendidikan, sesungguhnya ia sedang mengirim sinyal kuat kepada publik: bahwa ilmu, literasi, dan ketekunan adalah sesuatu yang berharga. Sebaliknya, ketika penghargaan berhenti pada seremoni dan tepuk tangan, tanpa kesungguhan menghargai waktu, proses, dan jerih payah, maka pesan yang sampai justru sebaliknya: prestasi cukup dirayakan, tidak perlu diperjuangkan lebih jauh.

Padahal, bagi kepala daerah, memberikan penghargaan yang bermakna—baik dalam bentuk fasilitas, dukungan program, atau insentif wajar—bukanlah perkara berat. Anggaran ada. Kewenangan ada. Tinggal soal perspektif dan keberpihakan. Guru dan Paradoks Penghargaan

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.