VISI | Peluang Emas Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi
Oleh Nuslih Jamiat
DI SEBUAH kolam sederhana di belakang Pesantren Al Hidayah, Desa Rejoso, Pasuruan, puluhan santri sibuk memanen ikan lele. Mereka bekerja dengan cekatan, memisahkan ikan yang siap jual dari yang masih kecil. Hari itu, hasil panen mencapai 145 kilogram ikan lele segar yang langsung didistribusikan ke pengepul di wilayah Pasuruan. Ustad Makin, pembina kelompok Santri Keren Mandala, tersenyum bangga melihat santri-santrinya yang kini sudah mandiri secara ekonomi.
"Alhamdulillah, ini adalah panen ketiga sejak PT Pertamina Gas membantu kami akhir tahun lalu," ungkap Ustad Makin. Hasil penjualan tidak hanya untuk membeli bibit baru, tetapi juga menambah operasional pesantren dan memberikan penghasilan tambahan bagi santri yang sudah usia produktif. Yang lebih membanggakan, dari hasil panen sebelumnya, mereka berhasil membangun tambahan satu kolam terpal sehingga produksi semakin meningkat.
Ini bukan cerita tunggal. Di berbagai penjuru Indonesia, pesantren mulai mengembangkan sektor peternakan dan perikanan sebagai sumber kemandirian ekonomi. Bukan sekadar melengkapi kebutuhan protein santri, tetapi juga menjadi unit bisnis yang menguntungkan dan memberikan pembelajaran wirausaha kepada santri.
Potensi Besar Peternakan dan Perikanan
Indonesia adalah negara agraris dan maritim yang kaya akan potensi sumber daya alam, termasuk dalam bidang peternakan dan perikanan. Data "Peternakan dalam Angka 2024" menunjukkan bahwa populasi ternak di Indonesia terus bertumbuh, namun kebutuhan daging dan ikan nasional masih lebih besar daripada yang bisa diproduksi di dalam negeri. Ini artinya, masih ada celah kekurangan yang perlu diisi—dan pesantren bisa menjadi bagian dari solusi.
Pesantren memiliki beberapa keunggulan komparatif dalam mengembangkan peternakan dan perikanan. Pertama, lahan yang luas. Banyak pesantren terutama di pedesaan memiliki tanah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan ini bisa dikonversi menjadi kandang ternak atau kolam ikan. Kedua, tenaga kerja berlimpah. Santri yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan bisa dilatih menjadi tenaga ahli dalam bidang peternakan dan perikanan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!