VISI | Peluang Emas Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi
Ketiga, pasar internal yang jelas. Kebutuhan protein hewani untuk konsumsi santri sehari-hari adalah pasar yang pasti. Produksi sendiri berarti efisiensi biaya operasional pesantren. Keempat, trust konsumen. Produk dari pesantren secara otomatis dipercaya halal dan berkualitas, sehingga lebih mudah diterima pasar.
Kisah Sukses: Pesantren Al Hidayah Budidaya Lele
Pesantren Al Hidayah di Pasuruan adalah contoh nyata bagaimana pesantren bisa sukses dengan budidaya ikan lele. Dengan didampingi oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) East Java Area, kelompok Santri Keren Mandala yang beranggotakan 11 santri usia produktif mulai membudidayakan ikan lele di kolam sederhana pada akhir 2019.
Awalnya, mereka hanya memiliki satu kolam terpal. Namun, dengan kerja keras dan manajemen yang baik, hasil panen pertama cukup menggembirakan. Dari hasil penjualan panen pertama, mereka membeli bibit baru dan membangun satu kolam tambahan. Panen kedua lebih banyak lagi. Pada panen ketiga di bulan April 2020, mereka berhasil memanen 145 kilogram ikan lele.
Selain berhasil mengembangkan ternak ikan lele, pesantren binaan Pertagas ini juga beternak ayam dan bebek. Hasil kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan setempat ini setiap bulannya berhasil mengumpulkan 150 butir telur bebek yang dijual ke masyarakat sekitar. Sedangkan ayam, untuk sementara dikonsumsi sendiri untuk memenuhi kebutuhan santri.
"Telur bebek kami jual. Kalau ayam, untuk sementara kami konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sendiri," ujar Ustad Makin. Yang menarik, santri yang terlibat dalam kegiatan ini mendapat tambahan penghasilan dari hasil penjualan. Ini mengubah pola pikir santri yang tadinya hanya mengandalkan kiriman orang tua menjadi mandiri dan produktif.
Zainal Abidin, Manager Communication, Relations, dan CSR Pertagas, mengapresiasi semangat kelompok Santri Keren Mandala. "Selama ini Pertagas hadir untuk mengubah pola pikir santri. Melalui berbagai pelatihan dan bantuan modal, sebanyak 11 santri usia produktif yang selama ini menganggur, dibina untuk mengembangkan keterampilan berwirausaha," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!