VISI | Peluang Emas Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi

ED
Kamis, 22 Januari 2026 | 07:49 WIB
Bagikan
VISI | Peluang Emas Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi

Pesantren Ainul Yaqin: Ternak Kambing dan Ayam Petelur

Di Gunungkidul, Yogyakarta, Pesantren Ainul Yaqin menunjukkan kesuksesan lain dalam bidang peternakan. Dengan dukungan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada, pesantren ini mengembangkan ternak kambing dan ayam petelur sejak tahun 2020.

Profesor Pudji Astuti, pemimpin program pengabdian masyarakat ini, menceritakan bahwa awalnya mereka mendorong pesantren dan masyarakat sekitar untuk mengembangkan ternak kambing dan memanfaatkan potensi pertanian sebagai sumber pakan. "Yang awalnya hanya lima ekor kambing, kini sudah berkembang menjadi lima puluh ekor," kata Profesor Astuti.

Pengembangan ternak kambing ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan pesantren, tetapi juga menjadi media terapi bagi santri yang sebagian besar adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Santri diajarkan cara merawat kambing, memberi pakan, membersihkan kandang, dan keterampilan dasar peternakan lainnya. Aktivitas ini ternyata sangat membantu perkembangan motorik dan kemandirian mereka.

Selain ternak kambing, tim FKH UGM juga mendukung pengembangan ternak ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi santri dan mencegah stunting di masyarakat sekitar pesantren. Kini, pesantren memiliki sekitar 188 ekor ayam petelur yang menghasilkan 6-7 kilogram telur setiap hari. "Masyarakat lokal membeli telur dengan harga Rp2.000 lebih murah dari harga pasar per peti. Kami memproduksi 6-7 kg telur setiap hari," ungkap Muhidin Isma Almatin, direktur Pesantren Ainul Yaqin.

Riswanto, kepala Dusun Karang Tengah, menyambut baik pelatihan yang diberikan kepada masyarakat tentang ternak ayam petelur. Menurutnya, selama ini sebagian besar warga memelihara ayam kampung yang sering mati saat musim kemarau. "Memelihara ayam petelur dekat rumah atau di lahan yang masih luas sepertinya sangat bermanfaat. Jika satu atau dua orang mulai atau mengamati model peternakan di pesantren ini, bisa menjadi contoh praktis," ujarnya.

Dari Lele Menuju Ayam: Kisah Kelompok Tani Sabar Menanti

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.