VISI | "Muka Badak" Pemimpin Pendidikan
Barangkali masalah terbesar yang sedang kita hadapi hari ini bukan sekadar korupsi, bukan sekadar kebijakan yang salah arah. Masalah terbesar adalah hilangnya rasa malu. Ketika seseorang tidak lagi merasa malu melakukan kesalahan di depan publik, maka ia telah kehilangan salah satu kompas moral terpenting dalam hidupnya.
Padahal dalam budaya bangsa Indonesia, rasa malu adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi. Malu ketika tidak menepati janji. Malu ketika tidak menjalankan amanah. Malu ketika menyalahgunakan kekuasaan. Jika rasa malu ini dapat dikembalikan, maka banyak persoalan bangsa sebenarnya dapat diperbaiki.
Pendidikan adalah investasi paling penting bagi masa depan bangsa. Jika sektor ini rusak karena kepemimpinan yang tidak berintegritas, maka dampaknya akan terasa jauh lebih lama dibandingkan sektor lain. Karena itu para pemimpin baik di pusat maupun di daerah perlu menyadari bahwa jabatan yang mereka pegang bukan sekadar posisi administratif. Ia adalah amanah sejarah. Sejarah akan mencatat apakah mereka menggunakan kekuasaan untuk memajukan pendidikan, atau justru untuk memperkaya diri.
Guru mungkin tidak memiliki kekuasaan politik yang besar. Namun guru memiliki satu kekuatan yang tidak dimiliki oleh banyak pemimpin: membentuk masa depan bangsa melalui generasi muda. Dan ketika generasi itu kelak tumbuh dewasa, mereka akan menilai dengan jujur siapa yang benar-benar bekerja untuk pendidikan, dan siapa yang hanya memanfaatkan pendidikan untuk kepentingan pribadi. Karena pada akhirnya, sejarah tidak pernah tertipu oleh “muka badak.” Sejarah selalu berpihak kepada mereka yang menjaga amanah dengan jujur.*
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!