VISI | Merawat Indonesia

ED
Jumat, 5 September 2025 | 05:12 WIB
Bagikan
VISI | Merawat Indonesia

Kedua, merawat literasi dan kesadaran kritis – Sekolah dan kampus harus menjadi ruang dialog, bukan hanya ruang hafalan. Literasi harus dipahami sebagai kekuatan membebaskan, seperti ditekankan Paulo Freire.

Ketiga, merawat budaya dan spiritualitas bangsa – Indonesia tidak boleh kehilangan jati dirinya. Globalisasi harus disaring dengan nilai Pancasila, sebagaimana diingatkan Nurcholish Madjid tentang pentingnya pendidikan moral.

Keempat, merawat demokrasi dan ruang publik – Demonstrasi dan suara rakyat harus dihargai sebagai energi koreksi bangsa, bukan ditekan dengan represi.

Negeri ini memang sedang menangis, namun tangisan itu tidak boleh menjadi tanda menyerah. Justru di saat luka sosial menganga, kita semua—terutama pendidik—wajib hadir sebagai pengasuh dan perawat. Merawat Indonesia berarti menyalakan kembali api harapan, memperkuat pendidikan sebagai fondasi, serta menegakkan keadilan sebagai tiang penyangga bangsa.

Jika kita mampu merawat Indonesia dengan hati dan komitmen kolektif, maka generasi 2045 tidak lagi menjadi “anak ayam kehilangan induk,” melainkan generasi emas yang berdaulat, cerdas, berkarakter, dan membawa bangsa ini berdiri sejajar dengan negara-negara maju di dunia.

Seperti kata Ki Hajar Dewantara: “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuhnya kodrat itu.” Tugas kita hari ini adalah menuntun, menjaga, dan merawat kodrat bangsa Indonesia agar kelak tumbuh menjadi bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat.***

  • Doktor Ilmu Pendidikan, Wasekjen Komnasdik, dan Hipnoterapis. 

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.