VISI | Memetik Makna Peristiwa

ED
PN
Penulis Penulis
Jumat, 5 Juni 2026 | 06:11 WIB
Bagikan
VISI | Memetik Makna Peristiwa

Oleh Idat Mustari

HIDUP adalah rangkaian satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Di Awali dengan peristiwa kelahiran—dan berakhir dengan peristiwa kematian. Dengan datangnya peristiwa kematian pada diri kita maka tamatlah hidup di dunia fana ini.

Tak selamanya kita berada dalam  situasi di peristiwa suka-cita dan  kemudahan. Adakalanya kita berada dalam  situasi peristiwa yang menyulitkan. Hidup seperti arah jarum jam.  Berputar kadang berada di atas, kadang di bawah. Kita tidak bisa menolak—menahan datangnya malam jika waktu malam tiba. Begitupun tak bisa mempercepat datangnya pagi sebelum waktu pagi tiba. 

Namun yang terpenting adalah seperti apa kita saat berada dalam peristiwa, situasi di setiap masa. Oleh karena itu penting untuk mendiagnosa apakah peristiwa yang menimpa kita adalah anugerah atau bukan. Ukurannya apakah melalui peristiwa itu hubungan kita dengan Allah jadi dekat atau jauh.

Jika dengan peristiwa yang menimpa kita membuat jadi lebih dekat dengan Allah, maka peritiwa itu sesungguhnya anugerah dari Allah untuk kita. Sebaliknya jika dengan peristiwa yang kita alami jadi jadi jauh dari Allah, maka peristiwa itu adalah musibah.

Tak sedikit orang jangankan shalat, menyebut  "Ya Allah" pun lupa ketika dirinya sehat. Namun ketika sakit, baru mengadu dan berkata,”Ya Allah, ya Allah.”  Dari sini kita bisa melihat bahwa kesehatan jadi penghalang baginya dengan Allah, sedangkan sakit jadi jalan pembuka dirinya dengan Allah. Kesehatan jadi musibah, dan sakit jadi anugerah.

Ada orang yang tampak sedang berada dalam kesulitan, namun sebenarnya orang itu sedang berada dalam proses permunian diri. Ujian seringkali datang bukan untuk menjatuhkan seseorang, melainkan untuk menguatkan jiwanya, untuk mengembalikan langkah kakinya agar lebih dekat dengan Maha Kekasih. 

Kesulitan adalah cara Tuhan agar seseorang kembali menemukan makna hidup yang lebih dalam, dan kembali menata ulang perjalanan hidupnya. Orang yang diuji sering kali sedang dipersiapkan agar  lebih matang spiritualnya, lebih sabar dan lebih bijaksana.

Kadang kemudahan adalah ujian dari Tuhan dengan cara lembut. Ketika segala sesuatu berjalan lancar, seseorang bisa saja terlena. Ia merasa tidak perlu lagi melakukan kontemplasi ataupun refleksi, tidak lagi merasa perlu memperbaiki diri, bahkan perlahan kehilangan daya spiritualnya. Kemudahan yang terus menerus bisa membuat seseorang terjebak dalam ilusi bahwa dirinya selalu benar.

Peristiwa ke peristiwa lainnya akan kita lalui dan pada waktunya kita tidak akan terlibat lagi dalam peristiwa apapun di panggung sandiwara kehidupan ini. Yang  terpenting saat kita masih diberi kesempatan hidup adalah bagaimana kita bisa memetik makna dari peristiwa yang menimpa agar hidup lebih bermakna

Wallahu'alam semoga bermanfaat.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.