Andina Dorong Revitalisasi BTS di Kalteng untuk Atasi Gangguan Internet akibat Karhutla
PN
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Nasdem Andina Thresia Narang./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, mendorong pemerintah mempercepat revitalisasi Base Transceiver Station (BTS) di Kalimantan Tengah (Kalteng), menyusul gangguan konektivitas internet yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Andina mengatakan, penguatan infrastruktur telekomunikasi perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pemerintah pusat perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan BTS yang mengalami gangguan dapat segera diperbaiki.
"Terakhir kami meminta di tahun depan adanya revitalisasi BTS-BTS yang ada di Kalimantan, terutama di daerah 3T, supaya ada koordinasi dari pemerintah pusat dan juga pemda," kata Andina kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (16/09/2026).
Ia menuturkan, masih terdapat BTS yang sudah terpasang namun tidak berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera diidentifikasi dan ditangani agar tidak memperluas wilayah yang mengalami blank spot atau keterbatasan akses jaringan komunikasi.
"Kita juga harus melihat BTS yang tidak berfungsi dengan baik, supaya cepat segera diperbaiki dan juga supaya kita mengatasi blank spot yang ada di Kalimantan terutama Kalimantan Tengah," ujarnya.
Andina mengakui gangguan konektivitas di sejumlah wilayah masih menjadi persoalan. Ia menyebut terdapat BTS yang keberadaannya secara fisik sudah tersedia, tetapi belum dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
"Ada beberapa yang tidak (berfungsi). Ada BTS-nya, tapi tidak berfungsi," katanya.
Ketua DPP Garnita Malahayati Nasdem tersebut, menyatakan persoalan konektivitas tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ia berharap gangguan jaringan internet tidak sampai menghambat aktivitas pendidikan masyarakat di wilayah terdampak.
"Apalagi dalam keadaan seperti ini ada PJJ, jadi kita harapkan sekolah juga tidak terganggu dengan adanya masalah sinyal ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Andina menyampaikan pemerintah daerah telah menunjukkan kesiapan untuk menangani persoalan blank spot di Kalimantan Tengah. Penanganan tersebut, kata dia, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait agar permasalahan konektivitas dapat segera ditindaklanjuti.
"Sudah siap tadi, langsung didelegasikan kepada Pak Wamenkomdigi untuk langsung mengurus blank spot yang ada di Kalimantan Tengah," pungkasnya.
Andina mengatakan, penguatan infrastruktur telekomunikasi perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pemerintah pusat perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan BTS yang mengalami gangguan dapat segera diperbaiki.
"Terakhir kami meminta di tahun depan adanya revitalisasi BTS-BTS yang ada di Kalimantan, terutama di daerah 3T, supaya ada koordinasi dari pemerintah pusat dan juga pemda," kata Andina kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (16/09/2026).
Ia menuturkan, masih terdapat BTS yang sudah terpasang namun tidak berfungsi secara optimal. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera diidentifikasi dan ditangani agar tidak memperluas wilayah yang mengalami blank spot atau keterbatasan akses jaringan komunikasi.
"Kita juga harus melihat BTS yang tidak berfungsi dengan baik, supaya cepat segera diperbaiki dan juga supaya kita mengatasi blank spot yang ada di Kalimantan terutama Kalimantan Tengah," ujarnya.
Andina mengakui gangguan konektivitas di sejumlah wilayah masih menjadi persoalan. Ia menyebut terdapat BTS yang keberadaannya secara fisik sudah tersedia, tetapi belum dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
"Ada beberapa yang tidak (berfungsi). Ada BTS-nya, tapi tidak berfungsi," katanya.
Ketua DPP Garnita Malahayati Nasdem tersebut, menyatakan persoalan konektivitas tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ia berharap gangguan jaringan internet tidak sampai menghambat aktivitas pendidikan masyarakat di wilayah terdampak.
"Apalagi dalam keadaan seperti ini ada PJJ, jadi kita harapkan sekolah juga tidak terganggu dengan adanya masalah sinyal ini," tuturnya.
Lebih lanjut, Andina menyampaikan pemerintah daerah telah menunjukkan kesiapan untuk menangani persoalan blank spot di Kalimantan Tengah. Penanganan tersebut, kata dia, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait agar permasalahan konektivitas dapat segera ditindaklanjuti.
"Sudah siap tadi, langsung didelegasikan kepada Pak Wamenkomdigi untuk langsung mengurus blank spot yang ada di Kalimantan Tengah," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!