VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan?
Ketika shalawat semakin sering dilantunkan tetapi korupsi tetap subur, ketika masjid semakin megah tetapi kejujuran semakin langka, ketika ceramah semakin ramai tetapi fitnah semakin merajalela, maka sesungguhnya yang hilang bukan peringatan kepada Nabi, melainkan keteladanan Nabi.
Maka sebelum lampu-lampu perayaan Maulid dipadamkan, sebelum panggung-panggung seremonial dibongkar, dan sebelum suara rebana berhenti bergema, ada satu pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap muslim: apakah kita hanya merayakan kelahiran Rasulullah, atau benar-benar berusaha menjadi pengikutnya?
Sebab umat ini tidak akan bangkit hanya dengan mengenang Nabi, tetapi dengan meneladani Nabi.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!