VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan?

ED
Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:51 WIB
Bagikan
VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan?

Jika setelah Maulid kita masih korupsi, maka kita belum mencintai Nabi.

Jika setelah Maulid kita masih memfitnah dan menzalimi orang lain, maka kita belum meneladani Nabi.

Jika setelah Maulid kita masih menggunakan agama untuk menutupi kejahatan, maka kita justru sedang mengkhianati ajaran Nabi.

Bangsa ini tidak kekurangan orang yang pandai berbicara tentang Islam. Bangsa ini kekurangan orang yang menghadirkan Islam dalam perilakunya.

Maulid Nabi sejatinya bukan sekadar mengenang tanggal kelahiran Rasulullah SAW, melainkan menghadirkan kembali akhlaknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebab yang menyelamatkan bangsa ini bukan banyaknya peringatan, melainkan banyaknya keteladanan.

Dan pada akhirnya, sejarah tidak akan bertanya seberapa sering kita merayakan Maulid Nabi. Yang akan menjadi pertanyaan adalah: seberapa jauh akhlak Nabi hidup dalam diri kita.

Karena Rasulullah SAW tidak diutus untuk diperingati semata, tetapi untuk diteladani.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.