BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 BMKG: Cuaca Bandung Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Berkisar 16-28 Derajat Celsius 12 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026

VISI | Matinya Kreativitas

Desi Rossilawati
Selasa, 5 Mei 2026 | 06:26 WIB
Bagikan
VISI | Matinya Kreativitas

Budaya “Aplus”

Lebih menyedihkan lagi, muncul budaya yang justru berlawanan dengan semangat pendidikan: budaya “aplus” tanpa substansi. Mereka yang: sekadar mengikuti, sekadar menyetujui, dan sekadar menyenangkan justru sering mendapat tempat. Sementara mereka yang: berpikir kritis, bekerja keras, dan berinovasi justru tersisih. Ini adalah ironi. Karena pendidikan seharusnya melahirkan pemikir, bukan pengikut. Namun yang terjadi, sistem justru lebih nyaman dengan yang patuh daripada yang berpikir.

Dalam kondisi seperti ini, tidak heran jika banyak anak muda mulai kehilangan arah. Mereka bertanya: untuk apa berpikir kreatif jika tidak dihargai?  Untuk apa berjuang jika hasilnya tidak diakui?  Sebagian memilih bertahan. Sebagian memilih diam. Sebagian lagi memilih pergi. Dan setiap kali satu anak muda potensial menyerah, bangsa ini kehilangan satu peluang.

Masalah ini juga tidak lepas dari bagaimana pendidikan dijalankan. Di banyak tempat, pembelajaran masih: berorientasi hafalan, minim eksplorasi, dan kurang memberi ruang berpikir. Siswa dilatih menjawab, bukan bertanya. Diajarkan mengikuti, bukan mencipta. Akibatnya, sejak dini kreativitas tidak dilatih. Padahal kreativitas bukan bakat semata. Ia adalah keterampilan yang harus dibangun.

Jika kita ingin memperbaiki keadaan, maka langkah pertama adalah menghidupkan kembali ruang kreativitas. Mulai dari pendidikan: beri ruang bagi siswa untuk bertanya, dorong eksplorasi ide, serta hargai proses, bukan hanya hasil.

Guru perlu menjadi fasilitator, bukan sekadar pengajar. Di tingkat kebijakan: lindungi inovasi, beri ruang bagi kritik, serta tempatkan kompetensi sebagai dasar.  Karena kreativitas tidak akan tumbuh dalam tekanan. Ia tumbuh dalam kebebasan yang bertanggung jawab.

Perubahan tidak akan terjadi tanpa keberanian. Berani mendengar. Berani menerima kritik. Berani memberi ruang bagi yang berbeda. Karena tanpa itu, kita hanya akan mengulang pola yang sama. Dan hasilnya pun akan sama.

Kreativitas adalah nyawa peradaban. Tanpanya, bangsa hanya akan menjadi penonton. Kita masih punya kesempatan. Masih ada generasi yang siap. Masih ada ide yang menunggu untuk diwujudkan. Namun semua itu membutuhkan satu hal: ruang. Jika ruang itu kita tutup, maka kreativitas akan mati. Dan ketika kreativitas mati, masa depan pun ikut padam. Maka jangan biarkan itu terjadi. Karena bangsa yang besar bukan hanya yang memiliki sumber daya, tetapi yang mampu menghargai dan menghidupkan kreativitas warganya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.