VISI | Kripto dan Web3
Bitcoin (BTC) adalah kripto pertama yang muncul pada tahun 2009. Namun karena kapasitasnya yang terbatas dan lambat dalam hal kecepatan transaksi, muncul generasi kedua seperti Ethereum (ETH). Ethereum memungkinkan siapa pun untuk menciptakan koin atau proyek sendiri melalui smart contract.
Seiring meningkatnya penggunaan Ethereum, biaya transaksi (gas fee) menjadi sangat mahal. Solusinya adalah hadirnya Layer-2 blockchain, seperti Arbitrum, Optimism, dan jaringan alternatif seperti Binance Smart Chain (BSC), Solana (SOL), dan Tron (TRX), yang menawarkan biaya rendah dan kecepatan tinggi.
Kripto bukan hanya tentang investasi, tapi juga infrastruktur pembayaran digital. Data dari CoinMarketCap per 17 Juni 2024 menunjukkan nilai transaksi kripto per 24 jam sangat besar:
- BTC (Bitcoin) : USD 48 miliar (±Rp 784 triliun)
- ETH (Ethereum) : USD 21 miliar (±Rp 343 triliun)
- USDT (Tether): USD 76 miliar (±Rp 1.240 triliun)
- XRP (Ripple): USD 4 miliar (±Rp 65 triliun)
- BNB (Binance Coin): USD 1,5 miliar (±Rp 24 triliun)
- SOL (Solana): USD 4 miliar (±Rp 65 triliun)
- TRX (Tron): USD 1,3 miliar (±Rp 21 triliun)
Angka ini membuktikan bahwa kripto sudah menjadi arus utama dalam sistem keuangan global. Bahkan untuk negara-negara berkembang, kripto menjadi solusi untuk menghindari inflasi mata uang lokal dan mempercepat transaksi lintas negara tanpa biaya besar seperti transfer bank konvensional.
Untuk bisa menggunakan layanan Web3, setiap individu harus mulai memahami cara kerja wallet, seperti MetaMask, Trust Wallet, atau Phantom. Wallet ini adalah jembatan antara pengguna dan blockchain, memungkinkan mereka menyimpan kripto, berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan mengakses layanan Web3.
Setiap aplikasi Web3, mulai dari game, sosial media, hingga marketplace, biasanya tidak meminta email atau nomor HP, tapi cukup dengan koneksi wallet. Ini menandai perubahan besar dari pendekatan Web2 yang sangat tergantung pada data pribadi.
Di sektor keuangan, Web3 memungkinkan DeFi (Decentralized Finance), yaitu layanan keuangan tanpa bank atau lembaga keuangan tradisional. Pengguna bisa menabung, meminjam, bahkan investasi hanya lewat protokol DeFi seperti Aave, Compound, atau Uniswap.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!