Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026

VISI | Ketika Rasa Malu Hilang

ED
Jumat, 30 Januari 2026 | 08:26 WIB
Bagikan
VISI | Ketika Rasa Malu Hilang

Rasa Malu sebagai Fondasi Peradaban

Rasa malu bukan kelemahan. Ia justru fondasi peradaban. Bangsa yang masih memiliki rasa malu akan berhenti sebelum melangkah terlalu jauh dalam kesalahan. Ia akan berpikir sebelum berbohong, menimbang sebelum menyalahgunakan kekuasaan, dan berhenti sebelum merusak tatanan.

Ketika rasa malu hilang, segalanya menjadi permisif. Korupsi dianggap risiko jabatan. Kebohongan dianggap strategi komunikasi. Ketidakadilan dianggap konsekuensi kekuasaan. Inilah titik paling berbahaya dalam kehidupan berbangsa.

Namun demikian, di tengah gelapnya keadaan, guru sejati tidak berhenti menyalakan lilin. Meski cahaya kecil, ia tetap berarti. Guru terus mengajarkan kejujuran meski realitas mematahkan. Guru terus menanamkan nilai meski sistem belum berpihak. Guru percaya bahwa suatu hari, nilai-nilai itu akan tumbuh dalam diri peserta didik yang kelak menjadi pemimpin masa depan.

Harapan itu mungkin terdengar naif, tetapi justru di sanalah kekuatan pendidikan. Pendidikan selalu bekerja dalam jangka panjang. Ia tidak panen hari ini, tetapi menyiapkan masa depan.

Tulisan ini bukan sekadar kritik, melainkan ajakan untuk bercermin. Jika negeri ini ingin kembali menemukan jati dirinya, maka rasa malu harus dihadirkan kembali. Rasa malu untuk berbohong, malu menyalahgunakan kekuasaan, malu mempermainkan nasib guru, dan malu mengabaikan pendidikan.

Ketika rasa malu kembali menjadi nilai bersama, saat itulah harapan tumbuh. Dan selama masih ada guru yang setia menjaga nilai, negeri ini belum sepenuhnya kehilangan arah.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.