VISI | Ketika Negara Tidak Tunduk: Ujian Tata Kelola Ekonomi Indonesia
Good Governance sebagai Fondasi
Keberanian negara menolak tunduk hanya bermakna jika ditopang tata kelola yang baik. Dalam kerangka good governance (UNDP, 1997), keberanian harus berjalan seiring dengan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Tanpa itu, keberanian berisiko menjelma menjadi sentralisasi keputusan, bahkan kebijakan elitis yang jauh dari kepentingan warga.
O’Donnell (1998) menekankan pentingnya horizontal accountability—pengawasan antar-lembaga negara—agar kekuasaan tidak bergerak tanpa kontrol. Dalam konteks kebijakan ekonomi nasional, ini berarti setiap keputusan strategis mesti dapat diuji secara publik, diawasi parlemen, dan dievaluasi oleh lembaga pengawas. Menolak tunduk pada tekanan eksternal tidak boleh berarti menutup ruang kritik internal. Sebab, negara yang menutup diri dari kritik justru melemahkan legitimasi kebijakannya sendiri.
Manajemen Pelayanan Publik: Ukuran Nyata Keberanian Negara
Keberanian negara pada akhirnya harus terukur pada pengalaman warga sehari-hari. Teori New Public Service (Denhardt & Denhardt, 2003) menegaskan bahwa negara yang kuat bukan negara yang sekadar mengendalikan pasar, melainkan negara yang melayani warganya. Jika transformasi ekonomi benar-benar “diubah dari dalam”, dampaknya semestinya hadir dalam:
- kemudahan akses layanan dasar,
- perlindungan kelompok rentan,
- kepastian pelayanan di sektor pendidikan, kesehatan, dan perizinan usaha.
Tanpa perbaikan manajemen pelayanan publik, keberanian ekonomi hanya akan tinggal sebagai wacana elite—bergema di ruang konferensi, namun tak terasa di loket pelayanan, puskesmas, sekolah, dan kantor perizinan.
Otonomi Daerah: Antara Peluang dan Risiko
Indonesia bukan negara sentralistik murni. Dalam kerangka otonomi daerah, kebijakan ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari kapasitas pemerintah daerah. UU No. 23 Tahun 2014 memberi ruang luas bagi daerah mengelola pembangunan ekonomi, namun sekaligus menuntut sinkronisasi pusat–daerah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!