VISI | Hak Anak Indonesia, Masih Adakah yang Peduli?
Sudah saatnya kita berhenti menjadikan Hari Anak Nasional hanya sebagai momentum seremonial. Mari kita hadir, bukan sekadar ada. Hadir sebagai guru yang mendidik dengan hati, sebagai orangtua yang menjadi rumah, sebagai masyarakat yang peduli, dan sebagai pemerintah yang tegas memberi perlindungan dan anggaran nyata untuk anak-anak bangsa.
Biarlah hari ini bukan hanya penuh dekorasi warna-warni dan pertunjukan panggung anak-anak, tetapi menjadi titik balik kesadaran kolektif bahwa anak-anak Indonesia masih menunggu keadilan. Mereka ingin tersenyum bukan karena disuruh, tetapi karena bahagia. Mereka ingin bermain bukan untuk melarikan diri dari kenyataan, tetapi karena masa kecil mereka aman dan indah. Mereka ingin belajar bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka yakin masa depan bisa mereka genggam.
Dan bila suatu hari nanti kita ditanya oleh sejarah, "Apa yang sudah kalian lakukan untuk anak-anak kalian?", semoga kita bisa menjawab: "Kami hadir. Kami melindungi. Kami mencintai mereka sepenuh hati".***
- Penulis, Dr. Drajat, M.M.Pd., M.M., C.H., C.H.T., N.L.F, Wakil Sekjen Komnasdik, Praktisi Pendidikan dan Hipnoterapis
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!