Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

VISI | Hak Anak Indonesia, Masih Adakah yang Peduli?

ED
Rabu, 23 Juli 2025 | 08:30 WIB
Bagikan
VISI | Hak Anak Indonesia, Masih Adakah yang Peduli?

Secara psikologis, anak-anak yang tak mendapatkan tempat di sekolah merasa ditolak oleh sistem. Mereka merasa tidak cukup baik untuk belajar, dan rasa percaya diri mereka pun ikut menghilang. Psikolog pendidikan, Ratih Ibrahim, menekankan bahwa “pengabaian pada hak pendidikan anak adalah bentuk kekerasan sistemik yang berdampak pada harga diri, semangat belajar, hingga kesehatan mental anak.”

Yang lebih menyayat hati, maraknya kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang kerap dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung: guru, orangtua, bahkan tokoh agama. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2022 mencatat bahwa ada lebih dari 2.000 kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan, dan itu hanyalah angka resmi—yang tidak mencakup kasus-kasus yang didiamkan karena malu, takut, atau tidak percaya pada sistem hukum.

Luka itu tak hanya meninggalkan trauma psikologis, tetapi juga mematikan harapan. Anak-anak korban kekerasan acap kali merasa tidak berharga, tidak berdaya, dan akhirnya kehilangan masa depan. Mereka butuh lebih dari sekadar empati—mereka butuh keadilan, pemulihan, dan jaminan perlindungan yang nyata.

Pertanyaan besar yang harus kita renungkan bersama adalah: di mana peran orang dewasa dalam menjamin hak-hak anak? Masih adakah guru yang benar-benar hadir bukan hanya untuk mengajar, tetapi mendidik dan melindungi? Masih adakah orangtua yang mendengarkan anak tanpa menghakimi, yang menjadi pelindung bukan hanya pencari nafkah?

Masyarakat kita kadang terlalu sibuk mengomentari urusan orang lain di media sosial, tetapi diam saat anak tetangga dipaksa menikah di usia dini, atau saat seorang anak diseret keluar dari kelas karena belum membayar iuran.  Pemerintah pun kadang sibuk membahas proyek mercusuar pendidikan, tetapi lupa mendanai kebutuhan dasar sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Padahal, seperti kata pakar pendidikan Ki Hajar Dewantara: “Anak-anak bukanlah bejana kosong yang bisa diisi seenaknya, tetapi mereka adalah individu merdeka yang tumbuh dengan cinta, arahan, dan perlindungan.”

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.