VISI | Era AI: Kepercayaan Jadi Modal Utama Berita
Peran manusia dalam jurnalisme
Mempertahankan status sebagai merek tepercaya—tempat orang datang ketika mereka benar-benar membutuhkan kebenaran—adalah sesuatu yang tidak dapat diberikan oleh AI. Di sinilah peran jurnalis manusia menjadi penting. Riset menunjukkan bahwa publik masih menginginkan jurnalis manusia dalam proses produksi berita. Sebanyak 43 persen responden merasa nyaman jika berita diproduksi oleh jurnalis dengan bantuan AI. Angka ini turun menjadi 21 persen jika berita sebagian besar diproduksi oleh AI dengan sedikit pengawasan manusia.
Kekhawatiran terhadap penggunaan AI dalam jurnalisme sebagian berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan kepercayaan diri publik terhadap teknologi tersebut, termasuk persoalan konteks budaya dan penanganan isu-isu sensitif.
Mereka yang pernah menerima pendidikan literasi berita jauh lebih menerima berita yang diproduksi oleh AI. Sebanyak 40 persen responden yang memiliki pendidikan literasi berita menyatakan tidak masalah dengan berita yang sebagian besar diproduksi oleh AI dengan pengawasan manusia, dibandingkan hanya 15 persen di antara mereka yang tidak pernah menerima pendidikan literasi berita. Audiens yang lebih melek media cenderung lebih percaya diri dalam menavigasi lingkungan informasi yang kompleks dan mampu mengenali sumber berita tepercaya.
Meningkatkan kesadaran publik tentang bagaimana AI digunakan dalam produksi berita menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan terhadap jurnalisme dan organisasi media. Beberapa organisasi berita, seperti ABC atau The Guardian, telah memberikan pemberitahuan publik tentang penggunaan AI generatif oleh staf mereka.
Namun, banyak organisasi berita lain yang belum secara terbuka mengungkapkan bagaimana AI digunakan oleh staf mereka, dan banyak pula media kecil dan menengah yang bahkan belum memiliki kebijakan AI sama sekali. Situasi ini diperumit oleh temuan riset yang menunjukkan bahwa audiens tidak selalu mampu membedakan apakah dan bagaimana AI digunakan dalam jurnalisme yang mereka konsumsi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!