VISI | Era AI: Kepercayaan Jadi Modal Utama Berita
Oleh Sora Park (University of Canberra), TJ Thomson (RMIT University)
KECERDASAN buatan (AI) dengan cepat mengubah cara informasi disampaikan kepada masyarakat dan bagaimana mereka mengonsumsinya. Ringkasan AI—yang oleh Google disebut sebagai “AI overviews”—misalnya, kini semakin populer dan dinormalisasi sebagai cara menemukan informasi. Namun, hasil pencarian yang diringkas oleh AI kerap menyajikan fakta yang keliru atau tidak akurat.
Ringkasan AI tersebut juga mengurangi lalu lintas kunjungan ke situs web, yang dapat berdampak pada keberlanjutan finansial jurnalisme. Hal ini terjadi karena AI mengakses konten—bahkan terkadang konten berbayar—dan mengemas ulang informasi tersebut dalam format yang ringkas dan mudah dicerna oleh pembaca.
Dari sudut pandang konsumen, sering kali tidak ada kebutuhan (atau waktu) untuk mengklik konten asli, dan mereka juga jarang berupaya mencari sumber secara langsung. Akibatnya, nilai sebuah berita individual menjadi mendekati nol.
Organisasi berita kini menghadapi tantangan pendapatan baru: bagaimana menciptakan nilai di dunia zero-click.
Kepercayaan terhadap berita di era AI
Untuk beradaptasi dengan tantangan baru dalam menciptakan nilai, organisasi berita berusaha menekan biaya dan menyederhanakan alur kerja dengan memanfaatkan teknologi AI yang sama.
Ironisnya, langkah ini justru memicu penurunan kepercayaan dan meningkatnya sikap skeptis publik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!