VISI | Dukungan Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Ekonomi Pesantren

ED
Jumat, 28 November 2025 | 05:01 WIB
Bagikan
VISI | Dukungan Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Ekonomi Pesantren

Oleh Nuslih Jamiat

  • Dosen Telkom University
  • Center of Excellence for SHE(Halal), Telkom University

Ketika Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi

SEBUAH pesantren di pelosok Ngrayun, Ponorogo, yang dulunya hanya mengandalkan hasil cengkih petani sekitar. Kini, Pesantren Minhajul Muna berhasil mengubah tanaman porang menjadi berkah yang mengalirkan ratusan juta rupiah. Para petani yang dulunya kesulitan, kini mampu membeli kendaraan pribadi dari hasil panen. Kisah ini bukan dongeng, melainkan bukti nyata bahwa pesantren bisa menjadi pusat ekonomi yang menggerakkan kesejahteraan masyarakat.

Di Indonesia, kita memiliki aset luar biasa yang belum banyak disadari potensinya. Menurut data Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama per 31 Desember 2024, terdapat lebih dari 42 ribu pondok pesantren dengan 11 juta lebih santri yang terhimpun di dalamnya. Bayangkan, 11 juta santri! Itu sama dengan populasi seluruh negara Belgia. Jika potensi ini dikelola dengan baik, dampaknya bisa mengubah wajah ekonomi nasional.

Muhammad Ali Ramdhani, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi berbasis pesantren melalui konsep santri-preneur. Bukan pesantren-preneur, karena jika gagal, yang belajar adalah santrinya, bukan pesantrennya. Pendekatan ini lebih manusiawi dan memberikan ruang belajar bagi santri untuk mencoba berwirausaha.

Mengapa Pesantren Istimewa?

Pesantren memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki oleh lembaga atau institusi lain dalam kedekatannya dengan masyarakat. Secara kelembagaan, pesantren telah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, sehingga sudah memiliki dasar hukum maupun sosial yang kuat. Tidak perlu membangun dari nol, karena semua fondasi sudah tersedia.

Lukmanul Hakim, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan, menjelaskan bahwa pimpinan pesantren biasanya merupakan pemimpin wilayah di mana pesantren itu berada. Ketokohan ini memiliki peran strategis sebagai penyemangat masyarakat untuk menjalankan program yang dicanangkan. Ketika seorang kyai atau ustadz memulai usaha, masyarakat sekitar akan mengikuti. Inilah kekuatan kepercayaan yang dimiliki pesantren.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.