VISI | Cukup di Hati
Kalimat-kalimat semacam itu sangat berbahaya apabila terus didengar anak-anak. Sebab anak-anak belajar bukan hanya dari buku. Mereka belajar dari ucapan orang dewasa. Kalau kita mengatakan kejujuran tidak berguna, bagaimana mungkin kita berharap mereka menjadi generasi jujur? Kalau kita mengatakan negeri ini tidak bisa diperbaiki, bagaimana mungkin mereka memiliki keberanian untuk memperbaikinya? Karena itu, guru harus berhati-hati. Kita boleh mengkritik keadaan tanpa membunuh harapan.
Menjadi kritis bukan berarti setiap hari marah. Menjadi kritis bukan berarti membenci semua yang dilakukan pemerintah. Menjadi kritis adalah kemampuan melihat persoalan secara jernih, menggunakan data, membedakan fakta dan opini, lalu menyampaikan pendapat dengan tanggung jawab. Inilah yang harus diajarkan kepada peserta didik. Jangan mudah percaya. Jangan mudah membenci. Jangan mudah memuji. Baca. Periksa. Bandingkan. Pikirkan. Kemudian simpulkan. Dengan cara itu, pendidikan tidak melahirkan generasi yang mudah digiring oleh siapa pun. Pendidikan melahirkan manusia yang memiliki pendirian.
Cukup di Hati
Ada kesalahpahaman yang perlu diluruskan. "Cukup di hati" bukan berarti kita tidak perlu melakukan apa-apa. Justru selama masih mampu, kita harus berbuat. Guru mengajar dengan baik. Orang tua mendidik dengan kasih sayang. Pelajar belajar dengan sungguh-sungguh. Masyarakat menjaga lingkungannya. Pemimpin menjalankan amanah. Wartawan menjalankan tugas jurnalistik secara bertanggung jawab. Akademisi menyampaikan ilmu secara jujur.
Semua memiliki ruang pengabdian masing-masing. Jika kemampuan kita hanya sampai pada mengingatkan dengan baik, lakukan itu. Jika kemampuan kita hanya sampai pada memberi teladan, lakukan itu. Jika kemampuan kita hanya sampai pada mendoakan, lakukan dengan sungguh-sungguh. Sebab perubahan bangsa tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Kadang dimulai dari satu manusia yang memilih tetap baik ketika lingkungan sekitarnya mulai tidak baik.**
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!