VISI | Cukup di Hati
Rasulullah SAW memberikan pedoman yang sangat jelas melalui hadis Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu: "Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya; dan itulah selemah-lemahnya iman."
Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih Muslim. Hadis ini bukan ajakan untuk pasif. Justru sebaliknya, ia mengajarkan tingkatan tanggung jawab sesuai kemampuan. Ada saatnya kita memiliki kewenangan untuk memperbaiki. Ada saatnya kita harus berbicara. Dan ada saat ketika kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan keduanya, sehingga hati tetap menolak keburukan tersebut dan tidak merestuinya. Itulah yang disebut sebagai tingkatan iman yang paling lemah. Maka "cukup di hati" bukan berarti cukup dengan mengeluh di dalam hati. Ia adalah titik terakhir ketika seseorang tetap menjaga nuraninya agar tidak ikut membenarkan sesuatu yang diyakininya salah.
Guru Tidak Boleh Kehilangan Cahaya
Sebagai guru, saya sering merasa berada pada posisi yang unik. Setiap hari berdiri di depan peserta didik. Mereka datang membawa banyak pertanyaan. Kadang tentang matematika. Kadang tentang kehidupan. Bahkan sesekali tentang negeri ini.
"Pak, mengapa begini?"
"Pak, kok bisa seperti itu?"
Pertanyaan anak-anak terkadang lebih tajam daripada pertanyaan orang dewasa. Namun saya tidak ingin menjadikan ruang kelas sebagai tempat menanam kebencian. Saya ingin menjadikannya tempat menanam kesadaran. Saya katakan kepada mereka: "Kalian boleh melihat kekurangan negeri ini. Kalian boleh bertanya. Kalian boleh mengkritik. Tetapi jangan pernah berhenti mencintai Indonesia." Sebab negeri ini bukan milik satu pemimpin. Bukan milik satu partai. Bukan milik satu kelompok. Indonesia adalah milik seluruh rakyat. Dan suatu hari, anak-anak yang duduk di depan saya itulah yang akan melanjutkan perjalanan negeri ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!