Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026

VISI | Carilah Ilmu Sedalam-Dalamnya

Desi Rossilawati
Jumat, 29 Mei 2026 | 07:12 WIB
Bagikan
VISI | Carilah Ilmu Sedalam-Dalamnya

Kelemahan pendidikan kita adalah terlalu sibuk membuat siswa belajar semua hal secara bersamaan. Akibatnya: siswa lelah, pembelajaran dangkal, dan minat pribadi tidak berkembang maksimal. Sistem seperti ini membuat banyak peserta didik kehilangan fokus. Padahal dunia modern justru membutuhkan: ahli, spesialis, dan manusia yang benar-benar menguasai bidang tertentu

Orang yang benar-benar ahli tidak akan mudah terguncang keadaan. Karena keahlian adalah kekuatan. Di mana pun ia berada, ilmunya akan dibutuhkan. Negara boleh tidak baik-baik saja. Sistem boleh kacau. Namun seseorang yang memiliki kompetensi mendalam tetap akan mampu: bertahan, berkarya, dan hidup terhormat 

Tugas sekolah bukan menyeragamkan anak. Tugas sekolah adalah membantu setiap peserta didik: mengenal dirinya, menemukan potensinya, dan membangun jalannya sendiri. Karena setiap anak unik. Tidak semua harus menjadi dokter. Tidak semua harus menjadi pegawai negeri. Tidak semua harus kuliah di jurusan yang sama. Yang penting adalah: mereka menemukan bidang yang benar-benar mereka cintai dan kuasai.

Tulisan ini juga menjadi pengingat bagi negara. Bahwa pendidikan tidak cukup hanya: mengganti kurikulum, membangun gedung, atau membuat program sesaat. Yang lebih penting adalah: membangun manusia yang benar-benar ahli. Karena bangsa yang kuat bukan bangsa yang punya banyak ijazah. Tetapi bangsa yang memiliki: ilmuwan, teknolog, guru hebat, dokter hebat, petani modern, atlet profesional, dan pekerja-pekerja yang mencintai ilmunya

Maka kepada anak-anak muda negeri ini: jangan takut bermimpi besar. Dan ketika menemukan mimpi itu: kejarlah dengan sungguh-sungguh, dalami ilmunya, tekuni bidangnya, Jangan setengah-setengah. Karena suatu hari nanti: keahlianmu akan menjadi cahaya. Bukan hanya untuk dirimu sendiri, tetapi juga untuk bangsa ini.

Dan mungkin, ketika negeri ini sedang sakit oleh kebingungan arah, yang bisa menyelamatkannya bukan sekadar slogan besar. Tetapi: manusia-manusia yang benar-benar ahli di bidangnya, yang bekerja dengan ilmu, hati, dan integritas.**

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.