VISI | Cak Imin
Kepiawaian Cak Imin, dari berbagai sumber yang dikutip, terasah sejak duduk dibangku kuliah. Ia aktif di tempat-tempat diskusi dan juga aktif di pergerakan mahasiswa. Dia bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan terpilih menjadi ketua cabang PMII Yogyakarta pada 1994-1997. Dia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta, sebuah Lembaga yang merupakan rujukan pemikiran Islam progresif saat itu bahkan sampai saat ini.
Kiprahnya di dunia politik dimulai pada tahun 1998. Ia bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama termasuk Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan ia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Pada pemilu 1999, di usianya yang baru 33 tahun, Cak Imin terpilih sebagai anggota DPR RI dari PKB dan jari Wakil Ketua DPR RI 1999-2004. Dia termasuk pimpinan termuda di DPR yang pernah ada saat itu.
Kiprahnya di PKB terus melesat. Pada Muktamar PKB di Semarang tahun 2005 Cak Imin terpilih jadi Ketua Umum. Muhaimin berhasil menyelamatkan PKB dari dinamika politik yang terjadi di PKB antara tahun 2005-2009 dan keluar dari lubang jarum Parliamentary Treshold (PT) pada Pemilu 2009, di tengah banyak pengamat memprediksi PKB tdk akan lolos PT akibat konflik.
Karirnya semakin cemerlang ketika ia mampu membuktikan dalam dua kali pemilu, 2014 dan 2019, berhasil mengembalikan raihan suara PKB juga membawa PKB melampaui perolehan suara dan kursi PKB pada saat pertama kali didirikan dan ikut Pemilu 1999. Saat Gus Dur masih menjadi tokoh sentral di PKB, kursi DPR RI PKB 2004 ada di 52 kursi dengan raihan suara 13 juta, sekarang di tangan Muhaimin, kursi PKB menjadi 58 kursi dengan suara 13,5 juta.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!