Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

VISI | Cak Imin

ED
Sabtu, 2 September 2023 | 20:09 WIB
Bagikan
VISI | Cak Imin

Oleh Aep S Abdullah

POLITIK Indonesia hari ini sedang diguncang oleh politisi yang berpostur kecil namun lincah bak kancil. Ia bisa bermain politik di lini manapun. Masuk ke koalisinya Prabowo, kemudian melakukan pendekatan dengan Ganjar Pranowo, dan hari ini berlabuh bersama Calon Presiden (Capres) yang didukung Partai Nasdem, Anies Rasyid Baswedan.

Keputusan politik yang diambil Cak Imin ini menunjukkan kematangannya membaca bandul politik menjelang Pilpres 2024. Ia sangat sadar, Anies Baswedan yang didukung Partai Nasdem sedang mencari tokoh yang bisa menambah suaranya di Jawa Timur dari kalangan Nahdliyyin. Setelah tidak berhasil meraih Khofifah dan tokoh NU lainnya, Cak Imin tidak menyia-nyiakan ajakan politisi kawakan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh. Maka, ia pun menangkap peluang itu dan akhirnya mengguncang struktur koalisi yang sedang dibangun.

Masih menarik untuk diamati apakah yang dilakukan Cak Imin ini sudah final atau masih ada "misi" lain untuk membuat formasi koalisi parpol pendukung capres/cawapres mengkristal pada formasi tertentu menjelang pendaftaran capres/cawapres pada 19 Oktober- 25 November 2023 nanti.

Pemilik nama lengkap Abdul Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin tampil lebih muda dari usianya yang pada 24 September 2023 nanti masuk usia 57 tahun. Ia tampil bak milenial, senyumnya mudah diumbar, padahal sikapnya politiknya bisa tegas.

Namanya mulai mencuat saat ia bersama Akbar Tanjung (Ketua DPR RI) dan Soetardjo Soerjogoeritno (Wakil Ketua DPR RI) sering muncul di televisi memimpin sidang untuk melengserkan kerabatnya sendiri KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur dari Presiden ke-4 RI. Dalam buku “Menjerat Gus Dur” disebutkan bahwa isu yang dimainkan Buloggate dan Brunaigate awalnya dari dokumen yang dikirim Fuad Bawazier. Dokumen yang diberi nama skenario semut merah itu dikirimkan kepada Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI saat itu, Akbar Tanjung, pada 29 Januari 2001.

Pada saat itu, politisi kelahiran Kota Jombang, Jawa Timur itu masih berusia 35-tahunan, merupakan Wakil Ketua DPR RI termuda. Pada tahun 2013 ia berani menendang adik Gusdur Lily Wahid dan loyalis Gusdur Effendy Choirie dari kursi DPR RI karena dianggap tidak loyal terhadap kebijakan PKB yang dipimpinnya.

Kepiawaian Cak Imin, dari berbagai sumber yang dikutip, terasah sejak duduk dibangku kuliah. Ia aktif di tempat-tempat diskusi dan juga aktif di pergerakan mahasiswa. Dia bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan terpilih menjadi ketua cabang PMII Yogyakarta pada 1994-1997. Dia juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), di Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta, sebuah Lembaga yang merupakan rujukan pemikiran Islam progresif saat itu bahkan sampai saat ini.

Kiprahnya di dunia politik dimulai pada tahun 1998. Ia bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama termasuk Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan ia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Pada pemilu 1999, di usianya yang baru 33 tahun, Cak Imin terpilih sebagai anggota DPR RI dari PKB dan jari Wakil Ketua DPR RI 1999-2004. Dia termasuk pimpinan termuda di DPR yang pernah ada saat itu.

Kiprahnya di PKB terus melesat. Pada Muktamar PKB di Semarang tahun 2005 Cak Imin terpilih jadi Ketua Umum. Muhaimin berhasil menyelamatkan PKB dari dinamika politik yang terjadi di PKB antara tahun 2005-2009 dan keluar dari lubang jarum Parliamentary Treshold (PT) pada Pemilu 2009, di tengah banyak pengamat memprediksi PKB tdk akan lolos PT akibat konflik.

Karirnya semakin cemerlang ketika ia mampu membuktikan dalam dua kali pemilu, 2014 dan 2019, berhasil mengembalikan raihan suara PKB juga membawa PKB melampaui perolehan suara dan kursi PKB pada saat pertama kali didirikan dan ikut Pemilu 1999. Saat Gus Dur masih menjadi tokoh sentral di PKB, kursi DPR RI PKB 2004 ada di 52 kursi dengan raihan suara 13 juta, sekarang di tangan Muhaimin, kursi PKB menjadi 58 kursi dengan suara 13,5 juta.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.