VISI | Cak Imin

ED
Sabtu, 2 September 2023 | 20:09 WIB
Bagikan
VISI | Cak Imin

Oleh Aep S Abdullah

POLITIK Indonesia hari ini sedang diguncang oleh politisi yang berpostur kecil namun lincah bak kancil. Ia bisa bermain politik di lini manapun. Masuk ke koalisinya Prabowo, kemudian melakukan pendekatan dengan Ganjar Pranowo, dan hari ini berlabuh bersama Calon Presiden (Capres) yang didukung Partai Nasdem, Anies Rasyid Baswedan.

Keputusan politik yang diambil Cak Imin ini menunjukkan kematangannya membaca bandul politik menjelang Pilpres 2024. Ia sangat sadar, Anies Baswedan yang didukung Partai Nasdem sedang mencari tokoh yang bisa menambah suaranya di Jawa Timur dari kalangan Nahdliyyin. Setelah tidak berhasil meraih Khofifah dan tokoh NU lainnya, Cak Imin tidak menyia-nyiakan ajakan politisi kawakan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh. Maka, ia pun menangkap peluang itu dan akhirnya mengguncang struktur koalisi yang sedang dibangun.

Masih menarik untuk diamati apakah yang dilakukan Cak Imin ini sudah final atau masih ada "misi" lain untuk membuat formasi koalisi parpol pendukung capres/cawapres mengkristal pada formasi tertentu menjelang pendaftaran capres/cawapres pada 19 Oktober- 25 November 2023 nanti.

Pemilik nama lengkap Abdul Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin tampil lebih muda dari usianya yang pada 24 September 2023 nanti masuk usia 57 tahun. Ia tampil bak milenial, senyumnya mudah diumbar, padahal sikapnya politiknya bisa tegas.

Namanya mulai mencuat saat ia bersama Akbar Tanjung (Ketua DPR RI) dan Soetardjo Soerjogoeritno (Wakil Ketua DPR RI) sering muncul di televisi memimpin sidang untuk melengserkan kerabatnya sendiri KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur dari Presiden ke-4 RI. Dalam buku “Menjerat Gus Dur” disebutkan bahwa isu yang dimainkan Buloggate dan Brunaigate awalnya dari dokumen yang dikirim Fuad Bawazier. Dokumen yang diberi nama skenario semut merah itu dikirimkan kepada Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI saat itu, Akbar Tanjung, pada 29 Januari 2001.

Pada saat itu, politisi kelahiran Kota Jombang, Jawa Timur itu masih berusia 35-tahunan, merupakan Wakil Ketua DPR RI termuda. Pada tahun 2013 ia berani menendang adik Gusdur Lily Wahid dan loyalis Gusdur Effendy Choirie dari kursi DPR RI karena dianggap tidak loyal terhadap kebijakan PKB yang dipimpinnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.