VISI | Bisnis Rasulullah: Profit untuk Dakwah dan Kesejahteraan Umat
Oleh Nuslih Jamiat
DI SEBUAH ruang rapat Koperasi Pesantren Al-Ittifaq, para pengurus sedang menghitung Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun 2025. Total keuntungan bersih mencapai Rp500 juta. Namun yang menarik bukan angkanya, melainkan ke mana keuntungan itu dialokasikan. Hanya 30 persen dibagikan kepada anggota, sisanya 40 persen untuk dana cadangan, 10 persen untuk pengurus, 10 persen untuk dana pendidikan santri, dan 10 persen untuk dana sosial. Ini bukan koperasi biasa—ini adalah pesantren yang memahami bahwa profit bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mewujudkan misi yang lebih besar: dakwah dan kesejahteraan umat.
Prinsip inilah yang diajarkan Rasulullah SAW lebih dari 14 abad yang lalu. Rasulullah mengajarkan tujuan berdagang tidak semata mengejar keuntungan materi, melainkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Tujuan utama Rasulullah dalam berdagang adalah untuk menyebarkan dakwah kepada siapapun, menjadikan kegiatan muamalah sebagai sarana untuk memberikan nasihat-nasihat yang baik. Bisnis yang dimulai dengan niat yang ikhlas diyakini akan menghadirkan keberkahan dalam setiap prosesnya.
Orientasi Bisnis Rasulullah: Bukan Kaya Raya, Tapi Kesejahteraan Umat
Sebelum diangkat menjadi Rasul, Muhammad SAW adalah pedagang sukses yang memiliki akses ke modal besar melalui istrinya Khadijah. Namun yang menarik, meski kesuksesannya sebagai pedagang diakui luas hingga ke berbagai negara seperti Yordania, Suriah, Yaman, Irak dan Bahrain, Rasulullah tidak pernah menumpuk kekayaan untuk dirinya sendiri.
Meski berasal dari keluarga miskin, Nabi Muhammad tidak menjadikan bisnis sebagai aji mumpung. Beliau tidak berbisnis untuk menjadi orang terkaya di Mekah. Orientasinya adalah mencari nafkah yang halal untuk keluarga dan membangun relasi untuk mempersiapkan dakwah Islam. Ketika akhirnya menjadi Rasul, seluruh energi bisnisnya dialihkan untuk menyebarkan Islam dan menyejahterakan umat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!