VISI | Belajar Menulis Berita dari Pak Arya
Oleh Aep S. Abdullah
PERTAMA kali menjadi wartawan di Koran Gala dulu, salah satu tugas liputan membuat berita orang tertabrak kereta di rel kereta api Ciroyom malam hari. Seumur-umur, pada saat itu baru melihat potongan daging manusia yang tercabik-cabik dikumpulkan di atas tampah. Sampai mual melihatnya. Namun karena itu tugas, tetap dijalani sehingga pengambilan foto pun beberapa kali dilakukan tanpa melihat obyek fotonya. Hanya dikira-kira saja, fokus kamera di kira-kira tepat pada obyek yang difoto.
Selesai mengumpulkan informasi dan mengambil foto, langsung menuju kantor yang di Jalan By Pass (Jalan Soekarno - Hatta), Cibuntu, Kec. Bbk. Ciparay, untuk dibuatkan berita. Koran Gala dulu jagonya untuk berita-berita kriminal. Sampai nyaris tidak ada Polsek di Jawa Barat yang tidak berlangganan Koran Gala.
Sesampainya di kantor, berita coba langsung dibuat. Pak Arya Panji, Redaktur Gala saat itu sudah menunggu. Berita yang cukup lama dibuat, akhirnya di serahkan.
Tidak lama kemudian, berita itu masuk ke ruang layout dengan banyak coretan, sehingga hanya dua tiga paragraf saja. Malam itu, pulang ke rumah tengah malam dan tidak berani tidur sendiri. Masih terbayang potongan tangan, kepala, wajah yang seperti bertanya tentang ajalnya, dan lumuran darah pada potongan daging. Masuk ke kamar adik numpang tidur bareng.
Besoknya, sangat senang berita itu muncul di koran yang sangat terkenal dan banyak pembacanya itu. Meski hanya dimuat dua kolom.
Mungkin karena malam itu berita penting dan menjelang deadline, berita "lancar" dimuat. Tapi hari-hari berikutnya, harus ada perjuangan agar berita bisa dimuat. Pak Arya tak segan mencoret-coret paragraf yang sudah kita anggap bagus untuk kembali di rewrite.
Menulis berita itu bukan sekedar menyampaikan sebuah informasi tapi harus benar dalam struktur kalimat, cermat dalam pemilihan kata, berimbang dan lengkap. Disiplin dalam menulis berita ini dulu sangat dijaga oleh H. Arya Panji. Ia tak segan-segan berita yang ditulis panjang-panjang oleh wartawan akhirnya yang dimuat hanya satu kolom, atau bahkan tidak dimuat sama sekali dan masuk tong sampah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!