VISI | Belajar Menulis Berita dari Pak Arya

ED
Jumat, 25 Agustus 2023 | 06:04 WIB
Bagikan
VISI | Belajar Menulis Berita dari Pak Arya

Oleh Aep S. Abdullah

PERTAMA kali menjadi wartawan di Koran Gala dulu, salah satu tugas liputan membuat berita orang tertabrak kereta di rel kereta api Ciroyom malam hari. Seumur-umur, pada saat itu baru melihat potongan daging manusia yang tercabik-cabik dikumpulkan di atas tampah. Sampai mual melihatnya. Namun karena itu tugas, tetap dijalani sehingga pengambilan foto pun beberapa kali dilakukan tanpa melihat obyek fotonya. Hanya dikira-kira saja, fokus kamera di kira-kira tepat pada obyek yang difoto.

Selesai mengumpulkan informasi dan mengambil foto, langsung menuju kantor yang di Jalan By Pass (Jalan Soekarno - Hatta), Cibuntu, Kec. Bbk. Ciparay, untuk dibuatkan berita. Koran Gala dulu jagonya untuk berita-berita kriminal. Sampai nyaris tidak ada Polsek di Jawa Barat yang tidak berlangganan Koran Gala.

Sesampainya di kantor, berita coba langsung dibuat. Pak Arya Panji, Redaktur Gala saat itu sudah menunggu. Berita yang cukup lama dibuat, akhirnya di serahkan.

Tidak lama kemudian, berita itu masuk ke ruang layout dengan banyak coretan, sehingga hanya dua tiga paragraf saja. Malam itu, pulang ke rumah tengah malam dan tidak berani tidur sendiri. Masih terbayang potongan tangan, kepala, wajah yang seperti bertanya tentang ajalnya, dan lumuran darah pada potongan daging. Masuk ke kamar adik numpang tidur bareng.

Besoknya, sangat senang berita itu muncul di koran yang sangat terkenal dan banyak pembacanya itu. Meski hanya dimuat dua kolom.

Mungkin karena malam itu berita penting dan menjelang deadline, berita "lancar" dimuat. Tapi hari-hari berikutnya, harus ada perjuangan agar berita bisa dimuat. Pak Arya tak segan mencoret-coret paragraf yang sudah kita anggap bagus untuk kembali di rewrite.

Menulis berita itu bukan sekedar menyampaikan sebuah informasi tapi harus benar dalam struktur kalimat, cermat dalam pemilihan kata, berimbang dan lengkap. Disiplin dalam menulis berita  ini dulu sangat dijaga oleh H. Arya Panji. Ia tak segan-segan berita yang ditulis panjang-panjang oleh wartawan akhirnya yang dimuat hanya satu kolom, atau bahkan tidak dimuat sama sekali dan masuk tong sampah.

Pada tahun 1980-an, ketika awal muka menjadi wartawan di Koran Gala sangat merasakan sekali disiplin dalam menulis berita yang diterapkan Pak Arya Panji ini.

Pak Arya Panji ruangannya waktu itu bersebelahan dengan ruangan Pak Tarlin Sukandar (Alm) yang juga Redaktur Gala. Bagi para wartawan, terutama wartawan baru, kedua ruangan itu yang menentukan lolos tidaknya berita untuk dimuat di koran. Di atas meja kedua redaktur, menumpuk naskah berita di kertas buram yang diketik menggunakan mesin tik Brother.

Saya biasanya kembali ke ruangan wartawan dan sebelum Pak Arya datang belum bisa pulang. Pak Arya,  biasanya datang sore menjelang atau bakda Maghrib.

Naskah saya dari mejanya, biasanya kembali lagi ke wartawan atau langsung ke ruang layout dengan banyak coretan. Dari mulai penggunaan hurup besar dan kecil, susunan kalimat yang direvisi menggunakan  ballpointnya, penempatan paragraf dll. Ia sangat teliti dan cermat. Saya tiap hari belajar memahami cara menulis berita yang baik dari coretan-coretan koreksian naskah. Pak Arya sendiri jarang berkomunikasi kalau tidak penting-penting sekali. Dan, salah satu yang membuat saya kagum pada Pak Arya ini, hampir tidak pernah cerita jelek tentang orang. Termasuk ketika Gala memasuki masa sulit bagi orang lama saat bergabung dengan grup medianya Surya Paloh di tahun 1990-an. Dimana pada saat itu, banyak SDM yang di droping dari Jakarta.

Pada Kamis, 24 Agustus 2023, salah satu sahabat saya di Gala Yayan Sofyan memberi tahu, Pak Arya Panji telah berpulang ke rahmatullah. Sempat termenung mendengar kabar itu di tengah Kongres III AMSI Jabar, di Hotel El Royal, Bandung. Terbayang wajah senyum dan kebersamaan dulu dengan Pak Arya Panji, saat ngantor di By Pass, di Jalan Braga, di Jalan Pungkur. Pak Arya orang yang tulus membagi ilmu kepada banyak wartawan. Insya Allah itu menjadi bekal yang terus mengalir, yang bakal terus menambah berat timbangan kebaikkannya. Menjadi keberkahan dunia dan akhiratnya.

Semoga Pak Arya menjadi ahli surga dan semoga kita semua bisa selalu mendoakannya. Summa illa arwahi khususon Pak Arya Rusli bin Panji Indra sayiun lillahi lahumul (Semua apa yang kita lakukan hanyalah karena Allah, menghadiahkan kepada arwahnya Pak Arya Panji bin Rusli Panji Indra) Alfatihah... 

***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.