Tragedi Gelombang Panas Selama Haji: Solusi dan Tantangan di Tengah Perubahan Iklim
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 15 Januari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | MEKKAH - Tingginya angka kematian, mencapai 1.300 jiwa, selama ibadah haji di Arab Saudi tahun lalu mengungkapkan urgensi mitigasi risiko akibat suhu panas ekstrem. Lonjakan suhu hingga 51,8 derajat Celsius di Mekkah pada Juni 2024 menjadi tantangan besar bagi 1,8 juta jemaah dari seluruh dunia.
Sebagian besar korban, yaitu 83 persen, tidak memiliki visa haji resmi sehingga tidak dapat mengakses fasilitas seperti tenda ber-AC. Situasi ini menyoroti dampak perubahan iklim, menjadikan 2024 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus.
Para ahli menilai perbaikan sistem pengelolaan massa dan pengendalian jemaah tanpa izin menjadi langkah penting. Sementara itu, proyek mitigasi seperti sensor panas dini masih memerlukan waktu untuk direalisasikan. Langkah-langkah infrastruktur, termasuk pelapisan jalur dengan bahan pendingin dan penyediaan fasilitas ber-AC, telah diimplementasikan untuk mencegah tragedi serupa.
Namun, perubahan iklim yang memperparah suhu ekstrem diperkirakan terus mengancam, terutama pada dekade mendatang. Peneliti menyarankan perlunya solusi jangka panjang, termasuk pembatasan kapasitas jemaah dan penyediaan unit pendingin bergerak. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!