TPSS Gedebage Perkuat Komposting, Mesin Rotary Kembali Diaktifkan
Kompos tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ruang terbuka hijau, kebun, hingga kegiatan pertanian. TPSS Gedebage juga membuka peluang pemanfaatan kompos bagi petani, termasuk untuk kepentingan penelitian maupun penggunaan langsung di lahan pertanian.
“Biasanya off taker-nya sama instansi-instansi atau yang volumenya banyak,” tutur Nandang.
Pemanfaatan hasil pengolahan organik tersebut bahkan telah memberikan pengalaman menarik bagi petani di sekitar TPSS Gedebage.
Nandang menceritakan, kompos yang dihasilkan di kawasan tersebut pernah terbawa aliran air ketika terjadi banjir hingga masuk ke area persawahan. Setelah musim panen, petani melihat adanya peningkatan hasil produksi.
Pengalaman itu kemudian mendorong petani untuk mulai memanfaatkan produk pengolahan organik dari TPSS Gedebage, termasuk kompos dan kasgot yang dihasilkan dari proses maggotisasi.
Bagi pengelola, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa sampah organik yang dikelola dengan baik dapat kembali memberikan manfaat kepada lingkungan.
Material yang semula dianggap sebagai limbah dapat dikembalikan ke tanah dalam bentuk produk yang memiliki nilai guna.
Selain komposting, TPSS Gedebage juga tidak mengabaikan sampah daun kering. Material tersebut memiliki karakteristik berbeda sehingga dikembangkan melalui proses karbonisasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!