TPSS Gedebage Perkuat Komposting, Mesin Rotary Kembali Diaktifkan
Lima mesin rotary tersebut masing-masing memiliki kapasitas yang tercantum sekitar 1.000 liter. Namun berdasarkan pengalaman pengoperasian, kapasitas ideal yang digunakan berada di kisaran 250 liter per unit agar proses pengolahan dapat berjalan lebih optimal.
Dengan lima unit mesin tersebut, fasilitas rotary diharapkan menjadi tambahan kapasitas pengolahan sekaligus membantu mengurangi material organik yang menumpuk di TPSS Gedebage.
Pengoperasiannya nantinya akan berjalan berdampingan dengan metode open windrow dan dem komposter yang telah digunakan sebelumnya.
Penguatan fasilitas juga dilakukan melalui pembangunan area beratap. Kehadiran atap menjadi bagian penting karena proses pengomposan selama ini menghadapi kendala ketika hujan turun.
Ketika area pengolahan tidak terlindungi, proses produksi dapat terganggu dan kapasitas pengolahan menurun. Dengan adanya bangunan beratap, pengelola berharap proses komposting dapat berjalan lebih konsisten.
“Kalau kemarin enggak ada atap, waktu hujan kita enggak bisa berproduksi. Sekarang pakai atap, jadi non-stop. Enggak ada musim hujan atau kemarau, kita bisa produksi,” katanya.
Kompos Kembali ke Sawah dan Ruang Terbuka Hijau
Hasil dari proses pengolahan sampah organik di TPSS Gedebage tidak berhenti di lokasi. Kompos yang dihasilkan disalurkan kepada berbagai pihak yang membutuhkan, terutama instansi pemerintah dan kelompok yang membutuhkan dalam jumlah besar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!