7 Tips Menjaga Berat Badan Stabil Saat Ramadhan Menurut Dokter UI
VISI.NEWS | BANDUNG - Tips Menjaga Berat Badan Stabil Saat Ramadhan penting diterapkan agar puasa tidak berujung kenaikan berat badan akibat makan berlebihan saat berbuka. Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia membagikan strategi ilmiah agar berat badan tetap terkontrol selama bulan suci.
Tips Menjaga Berat Badan Stabil Saat Ramadhan dari Dokter Spesialis UI
Tips Menjaga Berat Badan Stabil Saat Ramadhan menjadi perhatian banyak orang karena faktanya tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan puasa. Pola makan yang tidak terkontrol saat berbuka dan kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab utama.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia dr. Andi Kurniawan Sp.KO, membagikan sejumlah Tips Menjaga Berat Badan Stabil Saat Ramadhan agar masyarakat tidak 'kalap' saat berbuka.
“Berbuka jangan langsung dengan makanan berat dalam porsi besar. Mulailah dengan 2–3 butir kurma ditambah air putih, lalu beri jeda 15–20 menit sebelum makan utama,” kata Andi dikutip dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026). Ia menjelaskan 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan karena makan berlebih saat berbuka, dengan risiko makan gorengan dengan lemak tinggi naik 1,9 kali, intensitas mengonsumsi minuman manis naik 1,7 kali lebih tinggi dan risiko kurang bergerak naik 1,6 kali.1. Berbuka Bertahap untuk Mengontrol Hormon Lapar
Salah satu Tips Menjaga Berat Badan Stabil Saat Ramadhan yang paling utama adalah tidak langsung makan berat dalam porsi besar.
“Berbuka jangan langsung dengan makanan berat dalam porsi besar. Mulailah dengan 2–3 butir kurma ditambah air putih, lalu beri jeda 15–20 menit sebelum makan utama,” jelas dr. Andi.
Setelah 12–14 jam berpuasa, kadar ghrelin (hormon lapar) melonjak, sementara leptin (hormon kenyang) menurun. Dalam kondisi ini, dorongan makan sangat kuat.
Namun, sinyal kenyang dari lambung ke otak membutuhkan waktu 15–20 menit untuk aktif. Tanpa jeda, seseorang bisa mengonsumsi kalori jauh melebihi kebutuhan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!