Tim Gowes VISI.NEWS Menyusuri Jejak Islam Tertua di Solo
- Memasuki Tahun Baru 1448 Hijriah, Tim Gowes VISI.NEWS yang terdiri atas Aep S. Abdullah, Edi Sudjono, dan Untung Sumarsono memulai perjalanan napak tilas sejarah dengan tema "Gowes Sejarah". Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 1 hingga 9 Muharram 1448 H ini menjadi upaya menelusuri jejak-jejak peradaban Islam dan sejarah bangsa di Kota Solo Jawa Tengah dan beberapa kota di Jawa Timur.
VISI.NEWS | SOLO – Perjalanan tersebut bukan sekadar olahraga bersepeda jarak jauh, melainkan sebuah ikhtiar mengenali kembali akar sejarah yang telah membentuk identitas masyarakat Nusantara. Semangat kegiatan ini sejalan dengan pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang terkenal dengan ungkapan "Jas Merah" atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Sebab, dari sejarah manusia dapat belajar memahami asal-usul, nilai perjuangan, dan jati diri yang sesungguhnya.
Destinasi pertama yang dikunjungi Tim Gowes VISI.NEWS adalah Masjid Laweyan yang berlokasi di Jalan Liris No. 1, Belukan, Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Masjid yang berada di kawasan perkampungan tersebut tampak berdiri kokoh dan masih mempertahankan bentuk aslinya. Di sekitar kompleks masjid suasana kampung masih terasa kental, lengkap dengan warung-warung sederhana yang menjadi bagian kehidupan masyarakat setempat.
Menurut anggota Tim Gowes VISI.NEWS, Edi Sudjono, berdasarkan sejarah lisan yang berkembang di masyarakat, Masjid Laweyan diperkirakan berdiri pada tahun 1546 dan diyakini sebagai masjid tertua di wilayah Surakarta. "Keberadaan masjid ini bahkan disebut lebih tua dibandingkan sejumlah bangunan keagamaan penting yang kemudian muncul pada masa Kerajaan Mataram Islam dan Kasunanan Surakarta, " ungkapnya.
Sejarah Masjid Laweyan tidak dapat dilepaskan dari tokoh-tokoh penyebar Islam di tanah Jawa. Sebelum berfungsi sebagai masjid, lokasi tersebut dipercaya merupakan sebuah panggung atau tempat pemujaan agama Hindu-Jawa yang berada di bawah pengaruh Ki Ageng Beluk. Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, terjadi pertemuan antara Ki Ageng Beluk dengan Ki Ageng Henis, seorang tokoh yang dikenal sebagai penyebar ajaran Islam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!