Thailand Percepat Investasi Industri US$3,66 Miliar
Thailand Board of Investment Meeting. /visi.news/ist
VISI.NEWS — Thailand mempercepat realisasi investasi industri strategis senilai US$3,66 miliar atau sekitar 121 miliar baht melalui mekanisme Thailand FastPass. Pada saat yang sama, pemerintah memperkenalkan insentif pajak baru untuk mendorong perusahaan teknologi yang memperoleh promosi investasi agar melantai di bursa saham Thailand.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari perubahan strategi investasi Thailand. Pemerintah tidak lagi hanya mengejar besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi mulai menitikberatkan pada dampak nyata terhadap perekonomian domestik, seperti penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi, transfer teknologi, penguatan pemasok lokal, kegiatan riset dan pengembangan, serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Thailand Board of Investment (BOI) menyetujui paket investasi terbaru dalam rapat yang dipimpin Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas. Paket FastPass tahap ketiga tersebut mencakup 17 proyek dari 15 perusahaan dengan total investasi mencapai US$3,66 miliar.
Seluruh proyek itu diperkirakan menciptakan lebih dari 14.000 lapangan kerja. Sektor elektronik dan komponen listrik menjadi penyumbang terbesar dengan 10 proyek senilai US$2,54 miliar atau sekitar 83,92 miliar baht. Nilai tersebut mencakup hampir 70 persen dari keseluruhan investasi dalam paket FastPass terbaru.
Selain elektronik, tujuh proyek lainnya mencakup industri makanan olahan berkualitas tinggi senilai US$735,4 juta, industri nutrisi hewan peliharaan sebesar US$265,9 juta, serta industri mesin presisi dan komponen otomotif senilai US$131,8 juta.
Dengan tambahan paket ketiga ini, keseluruhan portofolio Thailand FastPass kini mencapai 42 proyek strategis dari 38 perusahaan dengan nilai investasi sekitar US$10,39 miliar atau 344 miliar baht. Proyek-proyek tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 27.000 lapangan kerja berketerampilan tinggi.
FastPass dirancang untuk memangkas hambatan birokrasi dalam proses investasi. Pemerintah menerapkan Service Level Agreement atau SLA lintas lembaga untuk mempercepat penyelesaian izin dan berbagai persyaratan yang dibutuhkan investor, sehingga proyek dapat bergerak lebih cepat dari tahap pengajuan menuju pembangunan fasilitas produksi dan operasi komersial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!