Terbentur Aturan Internal, Gagasan Tentara 100.000 Personel Ungkap Krisis Otonomi Pertahanan Uni Eropa
Di tengah kritik internal tersebut, Kubilius menegaskan bahwa perubahan mekanisme pengambilan keputusan pertahanan menjadi mendesak, terutama dengan meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa Timur serta ketidakpastian kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.
Sementara itu, Rusia kembali menepis tuduhan bahwa Moskow menjadi ancaman militer bagi Eropa. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menuding Uni Eropa tidak lagi mengedepankan diplomasi.
“Blok tersebut tidak memiliki agenda damai. Mereka berada di pihak perang,” kata Putin pada tahun lalu.
Perdebatan ini menandai dilema besar Uni Eropa: antara keinginan membangun kekuatan militer mandiri dan kenyataan bahwa fondasi hukumnya sendiri belum siap untuk perubahan sebesar itu. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!