Telur Itik Mulai Naik Kelas

ED
PN
Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB
Bagikan
Telur Itik Mulai Naik Kelas

Akibatnya, konsumen pada umumnya membeli telur berdasarkan harga, ukuran, warna, atau kualitas fisik tanpa mengetahui bagaimana itik dipelihara dan bagaimana produk tersebut dihasilkan.

Padahal, bagi konsumen yang memperhatikan aspek kesejahteraan hewan, informasi mengenai sistem pemeliharaan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih produk.

Karena itu, pengembangan sistem pelabelan, standar, dan komunikasi kepada konsumen menjadi penting apabila produk telur itik cage-free ingin memiliki nilai tambah di pasar.

Bagi peternak, diferensiasi tersebut juga berpotensi membuka peluang untuk membangun segmen pasar yang memberikan penghargaan lebih tinggi terhadap praktik peternakan yang bertanggung jawab.

ASPI menilai industri telur itik Indonesia perlu mulai bergerak mengikuti perkembangan standar global, termasuk dengan menempatkan kesejahteraan hewan sebagai salah satu bagian dari proses produksi dan pemasaran.

Penerapan cage-free bukan hanya berkaitan dengan bentuk kandang, tetapi juga menyangkut bagaimana peternak memastikan itik mendapatkan ruang gerak yang memadai, lingkungan yang sesuai, pakan dan air yang cukup, kesehatan yang terjaga, serta manajemen peternakan yang baik.

Penguatan kapasitas peternak menjadi penting agar perubahan sistem pemeliharaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui Duck Cage-Free Network, ASPI berupaya membangun komunitas peternak yang dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam menerapkan sistem bebas sangkar.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.