Telur Itik Mulai Naik Kelas
VISI.NEWS — Telur itik yang beredar di pasaran ternyata tidak seluruhnya berasal dari itik yang dipelihara secara umbaran atau sistem angon seperti yang selama ini dikenal masyarakat, khususnya di Jawa. Perkembangan industri peternakan membuat semakin banyak itik petelur dipelihara secara intensif, termasuk menggunakan sistem kandang baterai atau kandang individu berukuran sempit.
Sistem tersebut menjadi perhatian karena ruang gerak itik sangat terbatas dan dinilai belum memenuhi prinsip kesejahteraan hewan. Di sisi lain, konsumen hingga kini masih relatif sulit membedakan telur itik yang berasal dari sistem kandang baterai dengan telur yang dihasilkan melalui sistem bebas sangkar atau cage-free.
Padahal, telur itik dari sistem cage-free memiliki pembeda dalam proses pemeliharaannya, terutama dari sisi kesejahteraan hewan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Across Species Project Indonesia (ASPI), sebuah inisiatif nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan itik petelur. ASPI mendorong penerapan sistem pemeliharaan yang lebih bertanggung jawab sekaligus mengajak pelaku industri dan peternak melihat kesejahteraan hewan sebagai bagian dari nilai produk.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Jaringan Peternak Itik Petelur Bebas Sangkar atau Duck Cage-Free Network. Jaringan tersebut beranggotakan peternak itik petelur yang menerapkan sistem cage-free.
Melalui jaringan tersebut, ASPI secara berkala mengadakan pelatihan dan seminar untuk meningkatkan pengetahuan peternak mengenai praktik pemeliharaan yang lebih baik, termasuk aspek kesejahteraan hewan, biosekuriti, manajemen kandang, hingga pengelolaan produksi.
Salah satu kegiatan terbaru digelar belum lama ini di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seminar tersebut diikuti 34 peternak itik petelur.
Mengusung tema “Membangun Nilai Produk Melalui Praktik Pemeliharaan yang Bertanggung Jawab”, kegiatan tersebut menghadirkan eksportir telur itik asal Jawa Barat, Rully Lesmana, yang juga menjabat sebagai Direktur CV Surya Abadi Telur Asin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!