Telur Itik Mulai Naik Kelas

ED
PN
Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB
Bagikan
Telur Itik Mulai Naik Kelas

Seminar diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai pentingnya penerapan kesejahteraan hewan di tingkat peternakan. Selain aspek etika dan kesehatan hewan, penerapan praktik pemeliharaan yang baik juga dinilai dapat menjadi bagian dari strategi membangun nilai produk ketika memasuki pasar.

Rully Lesmana mengatakan, penerapan sistem cage-free pada industri telur itik sebenarnya sudah berkembang di sejumlah negara. Karena itu, Indonesia dinilai perlu mulai memperhatikan perubahan standar produksi yang berkembang di pasar internasional.

Ia mencontohkan China yang merupakan salah satu negara dengan produksi telur terbesar di dunia dan menjadi pemimpin pangsa pasar pada 2023 maupun 2024.

Menurut Rully, salah satu perusahaan yang dapat menjadi contoh adalah Xuri Egg Products, produsen telur itik besar di China yang produknya telah dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Eropa, Amerika, Australia, dan Asia Tenggara.

Perusahaan tersebut disebut mencatat penjualan sekitar 505 juta RMB pada 2023 dan berkomitmen menggunakan 100 persen telur itik cage-free untuk seluruh produk ekspornya pada 2026.

“Rajanya saja sudah sampai di sana—sudah berkomitmen ekspor dengan telur cage-free—saya jadi berpikir, Indonesia kapan?” kata Rully.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa isu kesejahteraan hewan semakin berkaitan dengan akses pasar dan daya saing produk peternakan.

Bagi Indonesia, penerapan sistem cage-free dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan industri telur itik menghadapi tuntutan pasar global, terutama apabila produk ingin menembus negara yang mempunyai standar kesejahteraan hewan lebih ketat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.