Telkom University Percepat Halal UMKM "Mr. Mangkok"
VISI.NEWS | BANDUNG – Tim dosen dari Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Telkom University melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM kuliner "Mr. Mangkok" Ricebowl. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha kuliner lokal melalui penguatan kepatuhan terhadap regulasi halal yang berlaku di Indonesia.
Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada penyusunan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang menjadi syarat utama dalam proses sertifikasi halal. Penguatan aspek administratif dinilai penting agar UMKM mampu memenuhi ketentuan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Tim pengabdian masyarakat dipimpin oleh Sinta Aryani bersama Endang Chumaidiyah, Lukman Abdurrahman, Muhammad Faza Zharfan, Laila Putri, Putri Maulani, dan Muhamad Daffa Rial. Pendampingan dilakukan di dua lokasi operasional Mr. Mangkok, yakni Outlet Permata Buahbatu dan outlet di kawasan Fakultas Industri Kreatif Telkom University.
Meski sertifikasi halal kini menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan nilai tambah produk, banyak pelaku UMKM pangan masih menghadapi kendala administratif. Hal ini juga dialami Mr. Mangkok Ricebowl yang telah berdiri sejak 2017 dan kini mengembangkan lini usaha frozen food.
“Kami melihat adanya kebutuhan mendesak pada penguatan pemahaman internal serta kelengkapan artefak SJPH, mulai dari pencatatan bahan hingga prosedur operasional yang konsisten,” ujar Endang Chumaidiyah selaku ketua tim pengabdian masyarakat Telkom University, Kamis (1/1/2026).
Program pendampingan dilaksanakan secara hybrid dan mencakup sejumlah tahapan krusial. Mulai dari pelatihan intensif mengenai konsep halal dan haram, penanganan najis, hingga mekanisme sertifikasi halal yang berlaku saat ini.
Selain itu, tim dosen juga melakukan pendampingan langsung dalam penyusunan dokumen SJPH, seperti perumusan kebijakan halal, pembentukan tim manajemen halal, serta rekapitulasi pembelian bahan baku. Pemetaan fasilitas produksi turut dilakukan melalui pembuatan denah layout di kedua outlet.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!